Dilema UMKM: Melek Digital, Tapi Masih Terpaku pada Manual
Dilema UMKM: Melek Digital, Tapi Masih Terpaku pada Manual. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, masih ada sejumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia yang menjalankan bisnisnya secara manual. Meskipun kesadaran tentang teknologi digital sudah ada, banyak UMKM yang masih kesulitan mengimplementasikannya dalam operasional bisnis mereka.
Muhammad Buldansyah, Director & Chief Business Officer PT Indosat Tbk. (Indosat Ooredoo Hutchison), yang akrab dipanggil Danny, mengungkapkan bahwa meskipun banyak UMKM mengetahui tentang digitalisasi, mereka masih kurang paham cara menggunakannya. “Tahu digital hanya tahu aja. Tapi enggak ngerti cara menggunakannya,” ujarnya dalam acara Ngobrol Santai di Jakarta.
Keterbatasan ini menjadi penghambat bagi UMKM untuk meningkatkan level bisnis mereka. Salah satu kendala utama adalah akses terbatas ke pelanggan dan kendala keuangan. Banyak UMKM hanya melayani pelanggan lokal karena sulit menjangkau pembeli yang berada di lokasi yang jauh. Sementara itu, kendala modal juga membuat mereka kesulitan mengambil pesanan dalam jumlah besar.
Menurut Danny, di Indonesia terdapat sekitar 60 juta UMKM, dengan sebagian besar (80%-90%) berada di kelas mikro. Bagi UMKM, tantangan untuk naik kelas sangat besar, dan banyak di antara mereka mengalami kesulitan dalam menjaga kelangsungan bisnis mereka.
Untuk membantu mengatasi tantangan ini, Indosat telah mengembangkan ekosistem digital khusus untuk UMKM melalui Indosat Digital Ecosystem (IDE). IDE menyediakan berbagai solusi dan fitur untuk mendukung operasional para UMKM, mulai dari edukasi melalui IDE Academy hingga berbagai data bisnis melalui Wawasan IDE. Selain itu, ada juga Toko IDE yang menyediakan solusi bisnis di platform tersebut.
Salah satu tujuan utama IDE adalah untuk mengisi kesenjangan bakat digital di Indonesia. Menurut Danny, Indonesia membutuhkan sekitar 1 juta tenaga kerja digital setiap tahunnya, dan Indosat berupaya mendukung transformasi digital dan pengembangan bakat di negara ini.
Dengan upaya seperti IDE, diharapkan UMKM di Indonesia dapat melejitkan bisnis mereka melalui penerapan teknologi digital, meningkatkan akses pasar, dan mengatasi kendala keuangan, sehingga mereka dapat berkompetisi lebih baik dan memperoleh keberlanjutan dalam bisnis mereka.
















