Starlink di Indonesia: Potensi dan Tantangan
Starlink di Indonesia: Potensi dan Tantangan. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Indonesia menegaskan. Bahwa, satelit internet Starlink tidak akan mendapatkan perlakuan khusus jika memasuki pasar ritel Tanah Air. Meskipun sebelumnya Telkomsat telah diberikan hak labuh satelit non-geostasioner (NGSO) Starlink untuk layanan backhaul dalam jaringan tertutup. Starlink berencana memperluas layanannya dari segmen business to business (B2B) ke pasar business to consumer (B2C).
Direktur SDPPI Kementerian Kominfo, Denny Setiawan, menyatakan bahwa kehadiran teknologi seperti Starlink dapat memberikan dampak positif dan negatif sekaligus. Dia mengakui bahwa satelit low earth orbit (LEO) seperti Starlink memiliki potensi besar untuk menyediakan akses internet di daerah rural, terutama di Indonesia yang memiliki banyak daerah terpencil dan sulit terjangkau.
“Peluang untuk membantu daerah rural cukup besar. Ada sekitar 1.000 area blankspot, dan saya bingung bagaimana menyediakan akses internet di sana,” ungkap Denny.
Namun, meskipun Starlink dapat membantu mengatasi masalah konektivitas di daerah terpencil, Denny menekankan bahwa masalah kedaulatan negara tetap menjadi prioritas. Starlink dan perusahaan serupa diharapkan untuk mematuhi aturan yang berlaku di Indonesia.
“Harus mengikuti kita. (Starlink) tidak akan mendapatkan perlakuan istimewa, biasa-biasa saja. NGSO bukan hanya Starlink, sebelumnya sudah ada OneWeb (di Indonesia). Ke depan, makin banyak karena di roadmap ITU ada non-terrestrial network, mungkin ini menjadi salah satu solusi, tapi kita juga tidak ingin mereka menjadi pemain baru melainkan berkolaborasi dengan operator yang sudah ada. Jadi, isu kedaulatan kita jaga,” tegas Denny.
Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, juga menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada perkembangan terkait pengurusan izin Starlink untuk memasuki pasar ritel Indonesia. Meski layanan Starlink telah membuka pemesanan di Indonesia, pemerintah tetap berpegang pada prinsip kedaulatan dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Dengan perkembangan teknologi satelit seperti Starlink, diharapkan dapat memberikan solusi untuk mengatasi tantangan konektivitas di daerah terpencil, sambil menjaga integritas dan kedaulatan negara.
















