Pemecatan CEO OpenAI Menyulut Aturan AI yang Lebih Ketat
Pemecatan CEO OpenAI Menyulut Aturan AI yang Lebih Ketat. Eropa berada di tahap akhir penyusunan serangkaian Undang-Undang (UU) yang akan mengatur pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Meskipun begitu, pemecatan mendadak CEO OpenAI, Sam Altman, telah memicu reaksi dan permintaan untuk menambah ketatnya aturan dalam industri AI.
Altman, salah satu pendiri startup yang memainkan peran kunci dalam booming AI generatif. Tiba-tiba mendapat pemecatan oleh dewan direksi OpenAI minggu lalu. Keputusan ini menciptakan kejutan di dunia teknologi dan memicu ancaman pengunduran diri massal dari karyawan perusahaan tersebut.
Sejauh ini, Komisi Eropa, Parlemen Eropa, dan Dewan Uni Eropa hampir menyelesaikan pembahasan rincian Undang-Undang AI. Aturan ini akan meminta beberapa perusahaan untuk menyelesaikan penilaian risiko ekstensif dan menyediakan data bagi regulator. Namun, hambatan muncul terkait sejauh mana perusahaan dapat melakukan pengaturan secara mandiri.
Brando Benifei, salah satu anggota parlemen Eropa yang terlibat dalam negosiasi UU tersebut, mengatakan bahwa pemecatan Altman menunjukkan bahwa regulator perlu melampaui ketergantungan pada pengaturan mandiri oleh perusahaan.
“Regulasi, terutama ketika berhadapan dengan model AI yang paling canggih, harus tepat, transparan, dan dapat ditegakkan untuk melindungi masyarakat kita,” ujarnya.
Beberapa negara Eropa, termasuk Perancis, Jerman, dan Italia, telah mencapai kesepakatan tentang cara mengatur AI.
Meskipun mereka mendukung pengaturan mandiri melalui kode etik bagi perusahaan yang menggunakan model AI generatif, beberapa ahli berpendapat bahwa ini tidak akan cukup.
Alexandra van Huffelen, Menteri Digitalisasi Belanda, menganggap kisah OpenAI sebagai contoh perlunya aturan yang ketat. Dia menyatakan, “Kurangnya transparansi dan ketergantungan pada beberapa perusahaan menurut saya jelas menggarisbawahi perlunya regulasi.”
Sementara itu, Gary Marcus, pakar AI di Universitas New York, menyoroti perlunya aturan yang ketat dalam mengatur industri AI, terutama ketika tata kelola internal perusahaan bisa bermasalah. Dia menulis di platform media sosial bahwa kita tidak dapat sepenuhnya mempercayai perusahaan untuk mengatur AI secara mandiri.
Dalam perkembangan terbaru, Altman telah kembali menjadi CEO OpenAI setelah sebelumnya dipecat. Kejadian ini semakin menguatkan panggilan untuk aturan yang lebih ketat di sektor AI di Eropa.
















