Pendiri Terkenal yang Meninggalkan Jejak di Dunia Startup
Pendiri Terkenal yang Meninggalkan Jejak di Dunia Startup. Dalam dunia yang terus berubah dan berkembang, tidak jarang pendiri perusahaan teknologi terkenal memilih untuk meninggalkan perusahaan yang mereka dirikan. Peninggalan mereka dapat memberikan dampak yang signifikan, baik dengan membuat perusahaan “goyang” atau bahkan berkembang lebih pesat setelah kepergian sang pendiri. Beberapa nama besar seperti Travis Kalanick dari Uber, Jeff Bezos dari Amazon, dan pendiri Google, Larry Page dan Sergey Brin, telah meninggalkan posisi eksekutif mereka dalam beberapa tahun terakhir.
Travis Kalanick – Uber
Pertama, pada tanggal 31 Desember 2019, Travis Kalanick meninggalkan Uber, perusahaan yang telah mengubah lanskap transportasi global. Setelah kepergiannya, Kalanick fokus pada bisnis barunya dan kegiatan filantropis. Meskipun tidak lagi aktif di tingkat eksekutif Uber, dampaknya tetap terasa di perusahaan.
William Tanuwijaya – Tokopedia
Kedua, William Tanuwijaya, pendiri Tokopedia, memutuskan untuk melepaskan jabatannya sebagai CEO pada Februari 2023. Keputusan tersebut membuatnya fokus di Dewan Komisaris GoTo sebagai Co-chairman. Pergantian posisi tersebut diikuti oleh Melissa Siska Juminto sebagai CEO Tokopedia. Tokopedia, sebagai salah satu startup unicorn Indonesia, terus mengalami pertumbuhan setelah perubahan kepemimpinan ini.
Nadiem Makarim – Gojek
Selanjutnya, Nadiem Makarim, pendiri Gojek, meninggalkan perusahaan untuk menjadi bagian dari pemerintahan Joko Widodo sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 2019. Pergantian ini tidak hanya menciptakan perubahan di Gojek tetapi juga memperlihatkan dampak sosial positif melalui keterlibatan Nadiem di pemerintahan.
Achmad Zaky, Fajrin Rasyid, Nugroho Herucahyono – Bukalapak
Pendiri Bukalapak, Achmad Zaky, Fajrin Rasyid, dan Nugroho Herucahyono, semuanya meninggalkan perusahaan pada Desember 2019, Maret, dan Juni 2020 secara berturut-turut. Setelah kepergian mereka, Bukalapak menjadi perusahaan terbuka dan melalui beberapa perubahan kepemimpinan.
Pang Xue Kai – Tokocrypto
Pendiri Tokocrypto, Pang Xue Kai, memilih untuk meninggalkan posisi CEO setelah Binance menjadi pemegang saham mayoritas di Tokocrypto. Perubahan ini diikuti dengan keberhasilan Tokocrypto sebagai platform pertukaran kripto di Indonesia.
Pamitra Wineka dan Ivan Arie Sustiawan – Tanihub
Pendiri Tanihub, Pamitra Wineka, dan Ivan Arie Sustiawan meninggalkan perusahaan pada Juni 2022 dan tahun sebelumnya. Meskipun meninggalkan jabatan CEO, mereka tetap terlibat di dunia startup dengan mencari pendiri baru melalui Init-6.
Perubahan kepemimpinan dan kepergian pendiri tidak selalu membawa dampak negatif. Dalam banyak kasus, perusahaan justru mengalami pertumbuhan dan inovasi yang lebih besar. Peninggalan pendiri menjadi kunci untuk memahami evolusi startup dan bagaimana kepemimpinan yang baru dapat membawa dampak positif pada perusahaan.
















