Eropa Setujui Regulasi AI Setelah Negosiasi Maraton 37 Jam
Eropa Setujui Regulasi AI Setelah Negosiasi Maraton 37 Jam. Kini, Eropa menciptakan tonggak sejarah dengan menyetujui regulasi pertama di dunia yang secara komprehensif mengatur penggunaan Kecerdasan Buatan (AI). Melalui perundingan yang memakan waktu 37 jam. Parlemen Eropa dan negara-negara anggota Uni Eropa (UE) menyepakati undang-undang yang dianggap “bersejarah” oleh Komisaris Eropa, Thierry Breton.
Regulasi ini tidak hanya mengatur AI, tetapi juga membahas media sosial dan mesin pencari raksasa seperti X, TikTok, dan Google.
- Maraton Negosiasi: Sebanyak 100 orang terlibat dalam maraton negosiasi selama hampir tiga hari untuk mencapai kesepakatan ini. Menurut Breton, sedikit tidur selama beberapa jam sepadan dengan menciptakan kesepakatan “bersejarah”.
- Ruang Lingkup dan Klasifikasi Risiko: Regulasi ini mencakup berbagai aplikasi AI, mengkategorikan sistem AI ke dalam tiga tingkatan risiko: rendah, sedang, dan tinggi. Sistem dengan risiko tinggi akan dikenai aturan ketat dan persyaratan khusus.
- Pengaturan Pengawasan Berbasis AI: Terdapat negosiasi intensif terkait pengawasan berbasis AI, yang dapat digunakan oleh polisi, pengusaha, atau pengecer untuk merekam dan mengenali tekanan emosional anggota masyarakat secara real-time. Kesepakatan membatasi penggunaan teknologi ini, kecuali dalam situasi tertentu seperti ancaman teroris yang tidak terduga.
- Larangan Penggunaan Real-Time dan Biometrik: Parlemen Eropa melarang penggunaan pengawasan real-time dan teknologi biometrik, termasuk pengenalan emosi. Pengecualian hanya berlaku dalam konteks ancaman serangan teroris yang tidak terduga, kebutuhan pencarian korban, dan penuntutan kejahatan berat.
- Landasan Perjanjian: Regulasi ini didasarkan pada sistem berjenjang berbasis risiko di mana aturan tertinggi berlaku untuk mesin-mesin dengan risiko tertinggi terhadap kesehatan, keselamatan, dan hak asasi manusia. Peraturan akan berlaku paling cepat pada tahun 2025.
- Kewajiban Layanan AI: Layanan AI harus mematuhi peraturan, termasuk aturan pengungkapan data yang digunakan untuk melatih mesin. Ini mencakup penggunaan AI dalam berbagai bidang, dari penulisan artikel surat kabar hingga diagnosis kanker.
- Perlindungan Hak Asasi Manusia: Tujuan regulasi ini adalah memastikan ekosistem AI di Eropa berkembang dengan pendekatan yang berpusat pada manusia dan menghormati hak-hak dasar, membangun kepercayaan, dan meminimalkan risiko terhadap masyarakat.
Regulasi ini menempatkan Uni Eropa di garis depan dalam perlombaan global untuk mengatur kecerdasan buatan dan melindungi masyarakat dari potensi ancaman. Meskipun hanya memberikan sedikit rincian tentang kontennya, regulasi ini membuka jalan bagi pengembangan teknologi AI yang bertanggung jawab dan etis di Eropa.
















