Grok: Saingan Baru Chatbot dari Grimes, Mantan Pacar Elon Musk
Grok: Saingan Baru Chatbot dari Grimes, Mantan Pacar Elon Musk. Claire Boucher, atau Grimes, tampaknya tidak hanya menciptakan gebrakan di dunia musik. Tetapi juga di dunia kecerdasan buatan (AI). Grimes baru-baru ini meluncurkan proyek AI yang bernama Grok. Mirip dengan chatbot yang sebelumnya rilisan mantan pacarnya, Elon Musk.
Grimes berkolaborasi dengan Curio. Sebuah startup mainan berbasis di Silicon Valley, untuk menciptakan robot cerdas ini. Robot ini menggunakan platform AI milik OpenAI, yang dikenal dengan chatbot ChatGPT. Grok menjadi sorotan karena Elon Musk juga menggunakan nama serupa untuk chatbot AI buatannya, yaitu X.AI.
Motif Grimes menggunakan nama Grok menarik perhatian publik, terutama mengingat hubungannya yang tengah memanas dengan Elon Musk, terutama dalam perselisihan pengadilan mengenai hak asuh anak mereka. Musk diduga berusaha menghindari kewajiban membayar tunjangan anak sesuai hukum California.
Meskipun Grok dirancang untuk memberikan mainan yang merespons efektif kepada anak-anak, proyek ini dihadapkan pada sejumlah masalah hukum terkait privasi dan perlindungan anak. Curio berkomitmen untuk tidak menyimpan data suara dan mematuhi regulasi privasi yang berlaku.
Namun, dalam peluncuran ini, perbincangan mengenai keamanan data dan keterbatasan AI yang masih belum jelas menjadi sorotan. Chatbot seperti ChatGPT kerap menghadapi tantangan menyampaikan informasi yang tidak akurat atau menyesatkan.
Sementara itu, X.AI milik Elon Musk saat ini tengah mencari modal sebesar US$1 miliar. Perusahaan ini, yang baru-baru ini merilis robot chat Grok, berusaha bersaing dengan ChatGPT dan pesaing lainnya dalam ranah AI yang semakin berkembang pesat. Musk mengumumkan pendirian X.AI pada Juli 2023 dengan tujuan memahami “hakikat sesungguhnya dari alam semesta.”
Pertarungan di dunia AI ini mencerminkan perseteruan pribadi antara Grimes dan Elon Musk, dua tokoh dengan dampak besar di bidang masing-masing. Kehadiran mereka di ranah AI menunjukkan bahwa persaingan tidak hanya terjadi di kehidupan pribadi, tetapi juga dalam upaya menciptakan inovasi dan mengembangkan teknologi masa depan.
















