Benarkah Ganjar Mahfud Janjikan Internet Gratis Super Cepat
Benarkah Ganjar Mahfud Janjikan Internet Gratis Super Cepat. Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 3, Ganjar-Mahfud, telah menarik perhatian dengan janji mereka untuk menyediakan internet gratis, super cepat, dan merata di seluruh Indonesia. Pernyataan ini menuai tanggapan dari Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Budi Arie Setiadi, yang menyatakan bahwa internet gratis memungkinkan dilakukan di Indonesia, tergantung pada kebijakan yang diterapkan.
Dalam pernyataannya, Menteri Budi Arie menegaskan bahwa harga data internet di Indonesia sudah termasuk yang termurah di dunia, menempatkan Indonesia di peringkat ke-4. Namun, dalam mengimplementasikan internet gratis, pemerintah perlu memastikan bahwa industri telekomunikasi tetap sehat. Salah satu cara yang diajukan adalah dengan mengatur kompetisi harga antar-operator.
Saat ini, pemerintah sedang mempersiapkan skema insentif untuk pengembangan jaringan 5G. Menteri Budi Arie mengatakan bahwa skema tersebut sedang dalam tahap kajian. Dengan skema ini, diharapkan operator tidak akan mengalami kerugian yang signifikan saat menggelar jaringan 5G.
Terkait dengan pemerataan konektivitas, Menteri Budi Arie menyatakan bahwa fokus Kominfo adalah menyelesaikan pembangunan Base Transceiver Station (BTS) 4G yang masih tertunda, terutama di daerah terpencil seperti Papua. Meskipun demikian, sudah ada 6.990 BTS 4G yang beroperasi di area 3T, dan peresmian BTS tersebut telah dilakukan pada akhir tahun sebelumnya.
Menteri Budi Arie menekankan pentingnya mewujudkan pemerataan akses konektivitas di seluruh Indonesia. Hal ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan bahwa semua warga negara memiliki akses yang sama terhadap internet, sesuai dengan semangat “Merdeka Internet”.
Dengan pernyataan ini, masyarakat menanti kebijakan konkret dari pemerintah terkait janji internet gratis super cepat yang dijanjikan oleh pasangan Ganjar-Mahfud. Upaya ini diharapkan dapat membawa manfaat bagi masyarakat Indonesia, terutama di wilayah-wilayah terpencil yang masih kesulitan mengakses internet.
















