Begini Modus Penipuan Online Chat WhatsApp dan Email
Begini Modus Penipuan Online Chat WhatsApp dan Email. Penipuan online telah menjadi ancaman yang semakin meresahkan di era digital saat ini. Para penjahat siber menggunakan berbagai modus operandi yang disertai dengan rekayasa sosial untuk mengecoh dan menipu korban mereka. Kaspersky, sebuah perusahaan keamanan siber global, telah merilis daftar modus yang digunakan oleh pelaku penipuan online, di antaranya adalah melalui pesan WhatsApp dan email.
Modus Penipuan yang Umum Digunakan:
- Mengaku dari Dukungan Teknis: Pelaku penipuan sering mengaku sebagai dukungan teknis dan melakukan panggilan kepada karyawan perusahaan. Mereka mengklaim mendeteksi aktivitas mencurigakan pada komputer karyawan dan menawarkan bantuan untuk menyelesaikan masalah tersebut dari jarak jauh. Modus ini telah berubah sedikit selama pandemi Covid-19, di mana banyak karyawan bekerja dari rumah.
- Panggilan Palsu dari CEO: Dalam serangan kompromi email bisnis (BEC), penipu menyamar sebagai manajer, CEO, atau tokoh bisnis penting lainnya. Mereka mengirimkan pesan berbahaya kepada korbannya dengan kedok darurat dan menggunakan rekayasa sosial untuk mempengaruhi korban agar melakukan tindakan yang diminta.
- Pembajakan Percakapan: Pelaku penipuan dapat masuk ke dalam korespondensi bisnis dengan menyamar sebagai karyawan atau orang dalam perusahaan. Mereka menggunakan domain yang mirip dengan domain asli perusahaan untuk mendapatkan kepercayaan dari korban. Tujuannya bisa bervariasi mulai dari pencurian informasi hingga pengambilan uang.
- Permintaan Data dari Pihak Berwajib: Tren terbaru adalah penipu meminta data resmi dengan mengatasnamakan lembaga penegak hukum. Permintaan tersebut kadang-kadang dianggap darurat dan diproses tanpa prosedur yang benar. Penipu memperoleh informasi mengenai korban dari sumber yang dapat dipercaya dan menggunakannya untuk serangan lebih lanjut.
Dalam menghadapi ancaman penipuan online, kesadaran akan modus operandi para penipu sangatlah penting. Berhati-hatilah terhadap pesan WhatsApp dan email yang mencurigakan, terutama jika mereka meminta informasi pribadi atau keuangan. Selalu verifikasi keaslian panggilan atau pesan yang Anda terima, dan jangan ragu untuk mencari bantuan atau konfirmasi dari sumber yang dapat dipercaya. Dengan meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang modus penipuan online, kita dapat melindungi diri dan perusahaan dari ancaman yang semakin kompleks ini.
















