Kenaikan Harga BBM Kencang: Harga Minyak Dunia Terus Naik
Kenaikan Harga BBM Kencang: Harga Minyak Dunia Terus Naik. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa tren kenaikan harga minyak mentah dunia terus berlanjut. Ini berpotensi memengaruhi harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM), khususnya BBM non-subsidi di Indonesia.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Tutuka Ariadji, menyatakan bahwa tren naiknya harga minyak dunia didorong oleh situasi memanasnya konflik di Timur Tengah. Situasi ini berdampak pada sisi logistik minyak mentah secara global.
Tutuka memberikan sinyal bahwa harga BBM non-subsidi kemungkinan akan naik di bulan depan sebagai dampak langsung dari konflik di Timur Tengah yang mengakibatkan kenaikan harga minyak dunia. “Karena intensitas Timur Tengah masih tinggi dan mengganggu logistik, akhirnya terpengaruh. Jadi memang perlu dicermati, saya setuju (harga BBM naik) karena harga minyak cenderung naik terus,” tambahnya.
Seperti yang kita ketahui, harga minyak mentah Brent ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya. Penguatan ini terjadi karena kekhawatiran atas pasokan yang masih tidak stabil akibat ketegangan di Timur Tengah.
Pada pembukaan perdagangan hari Rabu (21/2/2024), harga minyak mentah dibuka lebih tinggi, naik sebesar 0,16% menjadi US$ 82,47 per barel. Sementara itu, harga minyak mentah WTI berada di posisi US$ 77,15 per barel.
Harga minyak masih diwarnai oleh kekhawatiran terhadap permintaan global, yang seimbang dengan dukungan harga minyak dari konflik Israel-Hamas.
Kenaikan harga minyak dunia menjadi perhatian serius, mengingat dampaknya pada harga BBM di dalam negeri serta situasi ekonomi global secara keseluruhan. Pemerintah dan pelaku pasar harus memantau perkembangan ini dengan cermat untuk mengambil langkah-langkah yang tepat demi menjaga stabilitas ekonomi dan ketersediaan energi.
















