Korban Longsor di Luwu: Tragedi yang Mengguncang
Korban Longsor di Luwu: Tragedi yang Mengguncang. Sebuah musibah tanah longsor telah kembali menyisakan duka di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Seorang korban tambahan ditemukan dalam kondisi tertimbun di jurang, membawa jumlah korban jiwa akibat bencana alam ini menjadi lima orang. Korban tersebut bernama Ratan, seorang yang telah mencapai usia 50 tahun, yang beralamat di Desa Dampan, Kecamatan Bastem Utara.
Menurut Kasi Humas Polres Luwu, Aipda Amirullah, penemuan korban tersebut menandai penambahan angka korban tewas akibat bencana longsor yang melanda wilayah tersebut. Sebelumnya, empat jenazah telah berhasil dievakuasi pada Senin sebelumnya.
Kepala Kantor Basarnas Makassar, Mexianus Bekabel, menyatakan bahwa total korban akibat tanah longsor di Luwu mencapai 15 orang. Dari jumlah tersebut, 10 orang berhasil diselamatkan sementara lima lainnya harus kehilangan nyawa. Penemuan korban terjadi di titik longsor dengan kemiringan mencapai 45 derajat, pada pukul 13.40 Wita.
Tim SAR gabungan terus berupaya melakukan evakuasi pencarian dan pertolongan, dengan fokus pada titik terakhir dimana korban ditemukan. Langkah-langkah penyelamatan meliputi penggunaan buldozer untuk membuka akses jalan, ekskavator, serta drone thermal. Beberapa petugas pencari dan penolong juga melakukan penyisiran di bagian bawah tebing menuju ke sektor I.
Sebelumnya, bencana longsor yang terjadi di Desa Bonglo, Kecamatan Bastem Utara, Kabupaten Luwu pada Senin, 26 Februari 2024, telah menutup akses jalan dan menelan korban jiwa serta merusak infrastruktur sekitar. Korban yang berhasil diidentifikasi mencakup berbagai latar belakang, dari pekerjaan swasta hingga guru honorer, yang tinggal di wilayah sekitar.
Selain menelan korban jiwa, bencana longsor tersebut juga melibatkan kendaraan bermotor, dimana sebanyak 15 unit kendaraan roda dua dan dua unit kendaraan roda empat juga tertimbun material tanah longsor di lokasi kejadian. Musibah ini mengingatkan kita semua akan pentingnya kewaspadaan dan upaya pencegahan bencana alam, terutama di daerah rawan longsor seperti daerah Luwu. Semoga korban yang telah meninggal dapat beristirahat dengan tenang, dan korban yang selamat dapat pulih dengan cepat dari trauma yang mereka alami.
















