Monyet Turun ke Permukiman Bandung Pertanda Sesar Lembang
Monyet Turun ke Permukiman Bandung Pertanda Sesar Lembang. Kawanan monyet ekor panjang telah menjadi perhatian di beberapa wilayah di Kota Bandung, terutama di Kiaracondong, Antapani, hingga Cipadung, setelah muncul di pemukiman warga. Meskipun banyak yang mengaitkan kehadiran mereka dengan aktivitas Sesar Lembang yang bisa berdampak pada gempa Cianjur, belum ada kepastian terkait hubungan tersebut.
Kepala Bidang Kesiapsiagaan Operasi Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung, M Yusuf Hidayat, menyatakan bahwa belum ada kepastian mengenai hubungan antara munculnya kawanan monyet dengan aktivitas Sesar Lembang di sekitar Gunung Manglayang. Dia menyatakan bahwa asumsi tersebut harus diklarifikasi oleh para ahli yang memiliki pengetahuan yang tepat.
Yusuf juga belum bisa memastikan dari mana asal kawanan monyet itu. Dia menduga monyet-monyet tersebut datang ke pemukiman warga hanya untuk mencari makanan. Diskar PB akan berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBSDA) untuk menangkap kawanan monyet tersebut. Namun, Yusuf mengakui kesulitan menangkap mereka karena pergerakan yang agresif.
Sebagai langkah pengamanan, Diskar PB akan membuat jebakan kandang untuk menjerat kawanan monyet tersebut. Yusuf juga mengungkapkan rencananya untuk memberikan tembakan bius jika kawanan monyet itu mulai membahayakan masyarakat. Namun, tindakan ini akan dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Yusuf juga meminta agar masyarakat tidak panik dengan kehadiran kawanan monyet liar tersebut. Diskar PB siap siaga untuk mengevakuasi jika kawanan monyet itu muncul kembali. Masyarakat diharapkan dapat segera menghubungi Diskar PB untuk melakukan evakuasi hewan liar, termasuk monyet, agar penanganannya lebih tepat dan tidak membahayakan.
Sementara itu, Staf Observasi Geologi Gempa Bumi di Stasiun BMKG Bandung, Ajeng Marina Utami, belum dapat memberikan klarifikasi terkait hubungan antara kehadiran kawanan monyet dengan aktivitas Sesar Lembang. Dia menjelaskan bahwa tugas mereka hanya sebatas pengamatan seismik, dan sampai saat ini belum ada aktivitas signifikan dari Sesar Lembang setelah gempa Cianjur yang disebabkan oleh Sesar Cimandiri.
Meskipun masih belum jelas apakah kehadiran kawanan monyet terkait dengan aktivitas Sesar Lembang, upaya penanganan dan pengamanan tetap diperlukan untuk menjaga keselamatan dan ketertiban masyarakat. Langkah-langkah koordinasi antarinstansi dan kesigapan masyarakat diharapkan dapat menghadapi situasi tersebut dengan baik.
















