Selat Muria Tidak Akan Terbentuk Kembali
Selat Muria Tidak Akan Terbentuk Kembali. Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengklarifikasi bahwa Selat Muria tidak akan segera terbentuk meskipun terjadi penurunan tanah di daerah pesisir Demak, Jawa Tengah. “Meskipun terjadi penurunan tanah di daerah Demak dan sekitarnya, Selat Muria bukan berarti akan terbentuk kembali dalam waktu dekat,” kata Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid.
Penelitian Badan Geologi mengungkapkan bahwa daerah Demak dan sekitarnya didominasi oleh endapan kuarter berupa endapan aluvial pantai atau aluvium. Hasil survei geofisika menunjukkan adanya sedimen bersifat lunak dan tebal, yang menyebabkan mudahnya terjadinya penurunan tanah. Namun, kondisi ini tidak cukup untuk terbentuk kembali.
Beberapa tempat di daerah pesisir memiliki elevasi lebih rendah dibanding muka air laut, sehingga rentan terhadap banjir rob yang dapat menjorok jauh masuk ke daratan. Faktor-faktor seperti curah hujan tinggi, kerusakan infrastruktur tanggul, dan kondisi lapisan tanah yang dominan lempung lunak juga berkontribusi pada banjir yang terjadi.
Wafid menjelaskan mungkin saja bisa terbentuk kembali dalam skenario tertentu, seperti terjadinya gempa bumi tektonik berkekuatan sangat besar yang menyebabkan amblesan tiba-tiba dan mencakup area luas. Namun, hal ini memerlukan waktu yang sangat lama dan kecepatan penurunan tanah yang seragam dari Demak hingga Pati.
Kajian Badan Geologi juga menunjukkan perbedaan kecepatan penurunan tanah di daerah pesisir dan daratan. Faktor-faktor seperti penurunan muka tanah yang besar, kenaikan muka air laut akibat perubahan iklim, dan terganggunya pola aliran sungai dapat berkontribusi pada kemungkinan terbentuknya kembali Selat Muria.
















