Sejarah Kota Tua Melalui Ngabuburit di Kampung Susun Akuarium
Sejarah Kota Tua Melalui Ngabuburit di Kampung Susun Akuarium. Bagi yang mencari suasana berbeda dalam ngabuburit, Kampung Susun Akuarium di Penjaringan, Jakarta Utara, menawarkan pengalaman yang unik. Di sini, para pengunjung dapat merasakan atmosfer kota tua sembari menelusuri peninggalan sejarah yang berharga.
Menurut Kepala Bidang Permukiman pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Provinsi DKI Jakarta, Retno Sulistiyaningrum, di Kampung Susun Akuarium, tersedia galeri dan perpustakaan yang menampilkan peninggalan bersejarah, seperti batu, botol, dan pecahan guci dari masa lampau. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang ingin mengenal lebih dekat sejarah kota Jakarta.
Kampung Susun Akuarium terletak sekitar 260 meter dari Museum Bahari, yang juga merupakan bagian dari kawasan kota tua. Pengunjung dapat menempuh perjalanan dari Stasiun Jakarta Kota sejauh 1,8 km dengan berjalan kaki selama sekitar 25 menit. Di sana, mereka akan disambut oleh bangunan rumah susun dengan arsitektur tropis yang harmonis dengan lingkungan sekitarnya, menjadi ciri khas yang membedakannya dari rusun-rusun lain di Jakarta.
Salah satu ciri khas yang mencolok dari Kampung Susun Akuarium adalah atapnya yang berbentuk pelana, sebuah desain arsitektur yang jarang ditemui di tempat lain. Selain itu, ketika memasuki gedung blok, pengunjung akan melihat desain sirkulasi udara yang cermat, dirancang agar penghuni tetap nyaman meskipun tanpa menggunakan penyejuk udara seperti AC. Desain ini menjadi solusi yang efektif untuk menjaga suhu di dalam bangunan, sehingga penghuninya tidak merasa panas.
Kampung Susun Akuarium menawarkan pengalaman yang menarik bagi mereka yang ingin menyelami sejarah kota tua Jakarta. Dengan peninggalan bersejarah yang tersedia dan arsitektur yang unik, tempat ini menjadi destinasi ngabuburit yang berbeda dan patut untuk dikunjungi.
















