Rencana YouTuber Muslim Korsel Bangun Masjid Terancam Gagal
Rencana YouTuber Muslim Korsel Bangun Masjid Terancam Gagal. Rencana Daud Kim, seorang YouTuber Muslim asal Korea Selatan, untuk membangun masjid di kota pelabuhan barat Incheon terancam gagal setelah kontrak pembelian tanah yang dia tandatangani dibatalkan atas permintaan pemilik tanah. Menurut Korea Times, pembatalan kontrak terjadi di tengah reaksi keras dari penduduk setempat terhadap rencana pembangunan masjid.
Pejabat industri real estate menyatakan bahwa Daud Kim, atau Kim Jae-han, setuju untuk membatalkan kontrak yang ditandatangani pada 11 April 2024, sesuai permintaan pemilik properti, sehari setelahnya. Pemilik properti meminta pembatalan kontrak karena tidak mengetahui rencana Kim untuk membangun masjid, seperti yang dilaporkan oleh media lokal.
Kim, yang memiliki lebih dari 5,52 juta pelanggan YouTube dan 3,5 juta pengikut Instagram, terkenal karena kontennya tentang hidup sebagai seorang Muslim Korea. Sebelumnya, dia mengumumkan pembelian tanah seluas 284,4 meter persegi di Pulau Yeongjong, Incheon, dengan harga 189,2 juta won (sekitar Rp 2,2 miliar) pada tanggal 13 April 2024.
Melalui saluran YouTube dan Instagram-nya, Kim menyatakan bahwa dia telah membayar deposit 20 juta won di muka dan akan melunasi sisanya bulan depan. Namun, rencananya menimbulkan protes dari masyarakat setempat karena lokasi yang dekat dengan sekolah dan pemukiman.
Reaksi penolakan semakin meningkat ketika laporan media lokal mengungkap kembali kasus kejahatan seksual yang melibatkan Kim pada tahun 2019. Video TikTok yang mempublikasikan kronologi percobaan pemerkosaan menjadi viral saat itu. Kim menjelaskan bahwa jaksa menutup kasus tersebut dengan penangguhan dakwaan dan meminta maaf kepada korban, yang kemudian memaafkannya.
Federasi Muslim Korea (KMF), satu-satunya organisasi Islam yang terdaftar secara resmi di Korea, menyatakan bahwa rencana Kim untuk membangun masjid adalah proyek pribadi yang tidak terdaftar. Mereka menegaskan bahwa semua masjid terkait dengan KMF terdaftar atas nama federasi dan bukan atas nama individu. KMF juga menyatakan bahwa penggalangan dana pembangunan masjid yang dilakukan Kim adalah kegiatan pribadi dan tidak memiliki kaitan dengan KMF.
Menurut KMF, saat ini terdapat setidaknya 19 masjid di Korea, yang melayani sekitar 35.000 Muslim Korea dan 150.000 Muslim berkewarganegaraan asing di negara tersebut.
















