Jakarta Menurun di Daftar Kota Paling Pintar: Apa Sebabnya?
Jakarta Menurun di Daftar Kota Paling Pintar: Apa Sebabnya? Kota Jakarta, ibu kota Indonesia, menghadapi tantangan baru dalam upaya menjadi kota yang lebih pintar. Berdasarkan hasil IMD Smart City Index 2024, Jakarta kini berada di luar 100 besar kota paling pintar di dunia. Sebaliknya, Singapura, Kuala Lumpur, dan Bangkok menempati posisi teratas di Asia Tenggara.
Survei ini melibatkan 142 kota di seluruh dunia dan menyoroti tiga permasalahan utama yang dihadapi Jakarta: polusi udara, kemacetan lalu lintas, dan korupsi. Namun, warga Jakarta memberikan apresiasi terhadap sejumlah hal, seperti kinerja angkutan umum, pelayanan kesehatan online, dan portal pencarian kerja online.
Menurut Bruno Lanvin, Presiden Smart City Observatory, laporan tahunan ini bertujuan untuk membantu pemerintah kota membangun kota masa depan yang tangguh dengan menyediakan wawasan dan rekomendasi yang dibutuhkan. Namun, Jakarta masih perlu menangani tantangan-tantangan tersebut agar dapat bersaing di tingkat global dan memperoleh posisi yang lebih baik dalam daftar kota-kota paling pintar di dunia.
Sementara itu, di tingkat global, Eropa dan Asia mendominasi daftar 20 kota terpintar di dunia, menegaskan pentingnya inovasi dan kemajuan di kedua benua tersebut. Hal ini juga menunjukkan bahwa ada pelajaran berharga yang dapat dipetik oleh Jakarta dan kota-kota lain di Amerika Utara untuk meningkatkan kecerdasan kota dan kemampuan bersaing di panggung global.
Dengan demikian, Jakarta dan pemerintah setempat harus mengambil langkah-langkah yang tepat untuk meningkatkan kualitas hidup warga, menyediakan layanan publik yang baik, dan mempromosikan kesetaraan serta inklusi. Ini merupakan langkah penting agar Jakarta dapat kembali bersaing di tingkat global dalam hal kecerdasan kota.
















