Masyarakat Wajib Waspada: Modus Penipuan Berkedok Pinjol
Masyarakat Wajib Waspada: Modus Penipuan Berkedok Pinjol. Seiring dengan kemajuan teknologi, modus penipuan yang dilakukan oleh pihak tidak bertanggung jawab juga semakin canggih dan beragam. Salah satu modus penipuan yang kini marak terjadi adalah penipuan berkedok pinjaman online ilegal (pinjol ilegal). Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang kerap mengintai, termasuk salah satunya dengan pura-pura salah transfer uang.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan bahwa jika tiba-tiba rekening Anda menerima transfer uang yang tidak pernah diajukan sebagai pinjaman, maka Anda perlu waspada. Frederica Widyasari Dewi, Anggota Dewan Komisioner sekaligus Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, menjelaskan bahwa penipu akan menelepon dan meminta agar uang yang salah transfer tersebut dikembalikan. Namun, kenyataannya, uang tersebut dihitung sebagai utang korban dengan bunga yang sangat tinggi.
“Penipu akan menelepon minta dikembalikan uang yang salah transfer tersebut. Padahal, hitungannya menjadi utang korban dengan bunga yang berat,” kata Frederica, dikutip pada Selasa (14/5/2024).
Modus penipuan lainnya yang juga perlu diwaspadai adalah penawaran pekerjaan yang menarik. Dalam modus ini, masyarakat dibuat percaya dengan tawaran pekerjaan yang terlihat menggiurkan, kemudian diminta untuk mengirimkan uang deposit. Setelah uang tersebut dikirim, penipu akan menghilang tanpa memberikan kejelasan mengenai pekerjaan yang ditawarkan.
“Ada juga yang meminta OTP buat hack kartu kredit di dalam maupun luar negeri,” ujar Frederica.
Frederica mengimbau masyarakat agar terus waspada dan tidak mudah menyerahkan data diri kepada pihak yang tidak dikenal, termasuk jika mereka mengaku sebagai petugas bank. Ia menegaskan bahwa petugas bank tidak akan meminta OTP (One-Time Password) kecuali jika nasabah yang menghubungi bank terlebih dahulu.
“Kalau petugas bank enggak akan meminta OTP kalau bukan kita yang menghubungi bank tersebut,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyarankan agar masyarakat tetap tenang dan fokus dalam situasi apapun, termasuk saat sedang tidur atau menjelang rapat penting, agar tidak mudah terjebak oleh trik penipu. Menggunakan jasa keuangan ilegal dapat membahayakan data pribadi dan keamanan finansial masyarakat.
“Jangan gugup, misal saat tidur atau mau meeting jadi nggak fokus. Kalau menggunakan jasa keuangan ilegal, bisa saja penipu bobol data masyarakat,” pungkasnya.
OJK terus berupaya memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya berhati-hati terhadap penipuan yang berkedok pinjaman online ilegal. Masyarakat diimbau untuk selalu memastikan legalitas layanan keuangan yang digunakan dan tidak mudah tergiur oleh tawaran yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan edukasi, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari jerat penipuan yang semakin beragam.
















