TikTok Diancam Kena Blokir di AS: Bagaimana di Indonesia?
TikTok Diancam Kena Blokir di AS: Bagaimana di Indonesia? TikTok, platform video pendek yang sangat populer, kini tengah berada di bawah ancaman serius di Amerika Serikat (AS). Parlemen AS telah menyetujui undang-undang yang mengancam untuk memblokir TikTok di negara tersebut. Alasan di balik langkah ini adalah kekhawatiran akan potensi ancaman keamanan nasional yang dihadirkan oleh TikTok yang masih bernaung di bawah perusahaan induknya, ByteDance, yang beroperasi di China.
Undang-undang Intelijen Nasional China tahun 2017 mewajibkan organisasi dan warga negara untuk mendukung, membantu, dan bekerja sama dengan pekerjaan intelijen negara. Hal ini membuat pemerintah AS semakin waspada terhadap aplikasi seperti TikTok yang memiliki koneksi dengan perusahaan Tiongkok.
Di tengah situasi ini, TikTok diberi dua pilihan: melepaskan diri dari ByteDance atau berisiko diblokir. House of Representatives AS memberikan waktu selama 6 bulan ke depan bagi TikTok untuk memutuskan langkahnya.
Bagaimana dengan nasib TikTok di Indonesia? Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, menyatakan bahwa TikTok akan bertemu dengan pihaknya minggu depan untuk membahas isu ini. Meskipun demikian, Budi tidak memberikan tanggapan pasti mengenai nasib TikTok di Indonesia.
“Ya ini [TikTok] mau ketemu saya minggu depan, kita akan bicarakan itu,” ujar Budi.
Terkait keamanan data, banyak yang mencurigai bahwa TikTok bisa menjadi risiko karena data pengguna dapat diakses oleh pemerintah China. Namun, Budi menyatakan bahwa hal tersebut masih harus diperiksa lebih lanjut.
“Ya belum tau, tapi nanti bisa dibicarakan soal keamanan data apa itu. Karena banyak yang mencurigai seperti itu tapi kita kan tetap harus lihat dulu,” jelasnya.
Sementara di AS, TikTok berupaya mengedukasi Senat tentang dampak dari undang-undang yang diusulkan terhadap lebih dari 170 juta pengguna di AS. Meskipun begitu, juru bicara TikTok menyatakan bahwa proses penyusunan undang-undang tersebut dianggap terlalu dipaksakan.
Sudah sejak lama, TikTok menjadi sorotan AS terkait keamanan data dan potensi ancaman yang mungkin dibawa oleh keterlibatan perusahaan China dalam aplikasi tersebut.
Bagaimana nasib TikTok selanjutnya, baik di AS maupun di Indonesia, masih menjadi tanda tanya besar yang menunggu jawaban dari perkembangan situasi yang akan datang.
















