Makkah, Arab Saudi, 26/6 (ANTARA) – Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dari Arab Saudi telah memberikan 1.000 kuota haji secara gratis kepada umat Islam yang berasal dari Palestina. Pengumuman ini disampaikan oleh Sheikh Dr. Abdullatif bin Abdulaziz Al-Syaikh, Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan Arab Saudi.
Dalam konferensi pers di Makkah pada hari Minggu, Sheikh Abdullatif menyatakan bahwa kuota haji gratis yang diberikan oleh Raja Salman ditujukan khusus untuk keluarga syuhada (pejuang yang gugur syahid) dan korban luka dari Palestina. Tidak hanya itu, Raja Salman juga memberikan 1.000 kuota haji gratis kepada keluarga syuhada Yaman.
Program haji gratis ini juga melibatkan 150 ulama dari Yaman, 280 peserta dari Suriah, 130 peserta dari Organisasi Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan Arab (ALECSO), serta lebih dari 1.300 peserta dari 90 negara di seluruh dunia.
Sheikh Abdullatif menekankan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada semua peserta program haji gratis yang diberikan oleh Raja Salman, mulai dari saat kedatangan hingga kepulangan mereka ke negara asal.
Selain itu, Kerajaan Arab Saudi telah menyiapkan lebih dari 1.000 masjid, termasuk Miqat dan area di sekitar tempat suci. Selama musim haji, 1.300 khatib telah ditugaskan untuk memberikan panduan dan penyuluhan dalam lebih dari 200.000 kegiatan.
Dalam upaya mempermudah komunikasi, diluncurkan layanan panggilan video melalui iPad di tempat-tempat suci, dan tersedia layanan telepon gratis (8002451000) dengan 200 jalur untuk menerima panggilan dari para jemaah haji.
Lebih dari 7.200 personel telah ditugaskan untuk melayani jamaah haji, memastikan pengalaman mereka berjalan lancar dan meninggalkan kesan yang tak terlupakan.
Selain pemberian kuota haji gratis, Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Penyuluhan Arab Saudi juga mendistribusikan jutaan salinan Al-Quran sebagai hadiah kepada setiap peziarah, yang disampaikan oleh Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman bin Abdulaziz.
Selanjutnya, Kementerian ini telah menerjemahkan ayat-ayat Al-Quran ke lebih dari 76 bahasa internasional, sehingga dapat diakses oleh jamaah haji dari berbagai negara.
Sebagai inovasi tambahan, diperkenalkan layanan perpustakaan elektronik yang menyediakan lebih dari 1.000 bahan ilmiah dan panduan dalam lebih dari 40 bahasa internasional.
















