Jakarta, 27/6 (ANTARA) – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor energi, PT Pertamina (Persero), melalui anak perusahaannya yaitu PT Pertamina New & Renewable Energy (Pertamina NRE) dan Pertamina Patra Niaga, sedang mengembangkan paket baterai (battery pack) untuk kendaraan roda dua yang menggunakan tenaga listrik, terutama sepeda motor.
Kolaborasi antara kedua anak perusahaan Pertamina tersebut dengan produsen kendaraan listrik Electrum disepakati sebagai bagian dari upaya untuk mendukung pembentukan ekosistem kendaraan listrik yang solid.
“Indonesia memiliki potensi dan peluang besar untuk menjadi pemimpin di industri baterai kendaraan listrik, dan kerjasama antara pihak-pihak ini akan mempercepat terbentuknya ekosistem kendaraan listrik. Dengan ekosistem kendaraan listrik yang sudah terbentuk dan stabil, maka transisi ke energi yang lebih ramah lingkungan dapat tercapai lebih cepat,” ujar Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Pertamina NRE, Fadli Rahman, dalam pernyataan pers yang diterima ANTARA pada hari Selasa.
Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari penandatanganan kerangka kerja sama mengenai ekosistem kendaraan listrik antara Pertamina NRE dan Electrum pada Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Bali pada tahun 2022.
Melalui kerja sama ini, ketiga pihak tersebut akan melengkapi rantai pasok produksi baterai di Indonesia dan mendukung pengembangan produk baterai sel secara lokal. Dengan adanya ekosistem kendaraan listrik yang terbentuk, fasilitas pendukung yang lengkap, serta infrastruktur yang terorganisir dengan baik, masyarakat akan semakin mudah beralih ke kendaraan listrik.
Di sisi distribusi, Pertamina memiliki kekuatan melalui jaringan ritelnya, termasuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang dikelola oleh Pertamina Patra Niaga dan tersebar di seluruh Indonesia dengan jumlah lebih dari 5.000. Saat ini, beberapa SPBU Pertamina telah menyediakan layanan penukaran baterai untuk sepeda motor listrik, dan mereka akan memperluas layanan tersebut ke SPBU lainnya.
Wakil Direktur Komunikasi Korporat Pertamina, Fadjar Djoko Santoso, menyatakan bahwa Pertamina secara aktif berkomitmen untuk mempercepat penyediaan infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia guna mendorong transisi energi menuju sumber energi bersih.
“Pertamina sepenuhnya mendukung program pemerintah terkait percepatan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia sebagai bagian dari upaya mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060,” ujar Fadjar.
Sebagai pemimpin dalam bidang transisi energi, Pertamina berkomitmen untuk mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berkontribusi langsung terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).
















