Michael Brackett, pendiri startup AI bernama Centricity, terlibat dalam penipuan keuangan dengan mengklaim teknologi prediksi permintaan konsumen real-time. Startup ini berhasil meraih US$ 2,5 juta dari investor pada 2019. Namun, Brackett mengundurkan diri sebelum Centricity bangkrut karena kehabisan dana dan kesulitan menarik investor baru.
Brackett memanipulasi data dengan mengklaim memiliki 13 klien dan pendapatan tahunan US$ 3,7 juta, padahal hanya ada dua klien. Seorang investor tertipu dan mengirimkan US$ 500 ribu sebelum menyadari penipuan ini. Upaya pengembalian dana gagal karena Brackett sudah memindahkan uang sebelum kebangkrutan.
Pada 2022, kejaksaan menyelidiki Brackett dan menuntutnya atas penipuan sekuritas dan transaksi elektronik. Contoh kasus serupa termasuk penipuan oleh pendiri startup Frank kepada JPMorgan serta startup IRL yang berhasil mendapatkan dana dengan data palsu. Pentingnya pemeriksaan teliti sebelum berinvestasi semakin ditekankan.
















