Pendiri FTX (sebelumnya Twitter), Sam Bankman-Fried, mengambil tindakan kreatif dalam menghadapi sanksi. Ia membayar pakar hingga US$1.200/jam untuk memberikan kesaksian yang mendukungnya dalam persidangan. Ini termasuk Bradley Smith dan Lawrence Akka yang menerima bayaran masing-masing US$1.200 dan US$1.009 per jam.
Bankman-Fried menghadapi 7 tuntutan, termasuk penipuan online dan pencucian uang. Meskipun ia membayar pakar, mereka mengklaim kesaksian mereka akan jujur dan bayaran tidak mempengaruhi pandangan mereka. Sidang berikutnya dijadwalkan pada Oktober.
Kasus ini mencerminkan upaya Bankman-Fried untuk meredam dampak sanksi yang dihadapinya, dengan strategi yang kontroversial namun diharapkan mendukungnya dalam persidangan.
















