TikTok telah mengumumkan bahwa mereka telah menghentikan akun yang dikelola oleh Salwan Momika, seorang pengungsi Irak yang terlibat dalam kejadian kontroversial membakar Al-Quran di Swedia, dari menggunakan fitur penghasilan. Langkah ini termasuk fitur hadiah yang memungkinkan pengguna memberikan sumbangan saat berinteraksi dengan video Momika. Tindakan ini diambil setelah Momika dilaporkan mendapatkan penghasilan sekitar US$100 hingga US$300 per jam melalui siaran langsung di TikTok.
Langkah ini diambil setelah serangkaian kejadian kontroversial yang melibatkan Momika di Swedia, termasuk tindakan membakar Al-Quran di lokasi berbeda, seperti di depan masjid dan kedutaan besar. Tindakan ini diambil oleh TikTok sebagai tanggapan atas konten yang kontroversial dan mendapat perhatian publik.
Meskipun Momika mengalami pembatasan dalam menghasilkan uang melalui platform ini, perdebatan terus berlanjut mengenai batas-batas kebebasan berekspresi dalam situasi semacam ini. Sejumlah pihak berpendapat bahwa tindakan seperti membakar bahan agama yang dihormati oleh banyak orang seharusnya mendapatkan konsekuensi hukum yang lebih serius.
















