Flash Coffee Menghentikan Operasi di Singapura: Fokus pada Pasar yang Menjanjikan
Startup kopi asal Jakarta, Flash Coffee, telah menghentikan operasi di semua gerainya di Singapura dalam beberapa hari terakhir. Meskipun ada laporan bahwa para pegawai mogok karena gaji terlambat, manajemen Flash Coffee membantah klaim ini. Mereka menyatakan bahwa keputusan ini adalah bagian dari strategi perusahaan untuk melakukan konsolidasi dan fokus pada pasar yang paling menjanjikan.
Menurut juru bicara perusahaan, keputusan untuk menghentikan operasi di 11 gerai di Singapura adalah bagian dari langkah konsolidasi yang lebih besar. Perusahaan ini berusaha untuk membangun bisnis yang berkelanjutan dan menguntungkan. Dalam konteks ini, Flash Coffee baru-baru ini mengumumkan pendanaan seri B senilai US$ 50 juta (Rp 738 miliar) yang akan digunakan untuk ekspansi di Indonesia, inovasi produk, pengembangan teknologi, serta mencapai titik profit di level grup.
Meskipun menghentikan operasi di Singapura, Flash Coffee terus berfokus pada pertumbuhan di pasar kopi Indonesia. Perusahaan ini baru-baru ini memperluas jaringan gerainya ke Bandung, yang merupakan ekspansi pertama mereka di luar Jakarta. Flash Coffee juga telah membuka gerai kopi di Surabaya pada bulan Juli 2023.
Dalam dua tahun terakhir, Flash Coffee mencatat pertumbuhan yang signifikan, dengan pendapatan meningkat 23 kali lipat pada tahun 2021 dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2022, perusahaan ini melaporkan pertumbuhan pendapatan sebesar 4 kali lipat dan peningkatan EBITDA lebih dari 2 kali lipat. Flash Coffee menargetkan mencapai laba bersih pada tingkat grup pada tahun 2024 dan berencana untuk mencapai EBITDA positif di salah satu pasar dalam beberapa bulan mendatang. CEO Flash Coffee, David Brunier, menyatakan bahwa perusahaan telah menemukan product-market fit yang solid di Indonesia dan berencana untuk terus memperluas kehadirannya di kota-kota lain di negara tersebut.
















