Tantangan Baru di Dunia Startup: Investasi Ventura Kian Ketat
Para pendiri startup yang mencari pendanaan dari perusahaan modal ventura harus bersiap-siap menghadapi tantangan baru, karena para investor semakin berhati-hati dalam memberikan investasi. Perubahan ini terjadi karena perusahaan modal ventura, yang dulu sangat dermawan, kini berhemat dan mempertimbangkan investasinya dengan lebih hati-hati.
Menurut Joshua Agusta, Executive Director Investment Vertex Ventures Southeast Asia dan India, investor kini melakukan pengecekan yang lebih ketat sebelum memberikan dana. “Karena kebanyakan seed, didirikan oleh mereka. Kami biasanya melakukan dua kali pengecekan. Sekarang empat sampai lima kali per pendiri,” ujarnya di acara Tech in Asia Conference.
Bukan hanya pendiri startup saja yang diwawancarai, melainkan juga tim manajemen dan pegawai sebelum investor membuat keputusan investasi. Selain itu, investor tidak lagi menerima pendiri yang hanya bermodal janji, rencana bisnis, atau latar belakang yang mumpuni. Mereka lebih tertarik pada capaian nyata perusahaan, termasuk keuntungan dari produk yang dijual.
Sebelumnya, para pendiri startup bisa mengandalkan janji-janji rencana dasar dan latar belakang pendidikan yang prestisius. Namun, hari ini, investor meminta lebih dari itu. Mereka menginginkan komitmen nyata dari pendiri, termasuk kepemilikan saham di perusahaan mereka. Banyak investor ingin tahu seberapa banyak uang pribadi yang telah diinvestasikan oleh pendiri ke dalam perusahaan.
Jeffrey Seah, General Partner MSW Ventures, menjelaskan bahwa keputusan untuk memberikan investasi kini diambil dengan lebih hati-hati. Sebelum masa sulit seperti Tech Winter terjadi, investor memiliki banyak waktu dan ruang untuk mengambil keputusan. Namun sekarang, waktu terbatas dan investor mencari para pendiri yang sadar akan hal tersebut.
Dengan syarat-syarat ketat ini, pendiri startup harus lebih proaktif dalam membuktikan nilai bisnis mereka. Meskipun tantangan semakin besar, pendekatan ini sebenarnya membuat banyak perusahaan menjadi lebih sehat karena memaksa mereka untuk berinovasi dan berkembang dengan cara yang berkelanjutan. Dalam lingkungan bisnis yang semakin ketat, hanya perusahaan yang memiliki fondasi yang kuat dan kesungguhan nyata yang akan mampu bertahan dan berkembang di masa depan.
















