Menurunnya Minat Sex di Kalangan Perempuan Muda Korea
Menurunnya Minat Sex di Kalangan Perempuan Muda Korea. Korea Selatan, seperti sebagian besar negara maju, menghadapi masalah serius terkait perubahan sikap masyarakat terhadap pernikahan dan keluarga. Laporan terbaru dari Statistics Korea mengungkapkan tren menurunnya minat menikah di kalangan perempuan muda. Ini menciptakan potensi dampak besar terhadap jumlah populasi di masa mendatang.
Berdasarkan laporan yang dirilis pada Jumat (15/12/2023), hanya 27,5 persen perempuan berusia 20-an yang menyatakan pandangan positif terhadap pernikahan. Angka ini menandai penurunan yang signifikan dari 52,9 persen pada tahun 2008. Hal ini menciptakan pergeseran sikap yang mencemaskan dalam kurun waktu 14 tahun.
Penurunan minat menikah juga terlihat di kalangan perempuan berusia 30-an. Dengan hanya 31,8 persen responden yang masih menganggap pernikahan sebagai hal yang positif. Data ini mencerminkan penurunan dari 51,5 persen pada tahun 2008.
Menariknya, laporan tersebut menunjukkan bahwa pandangan kurang positif terhadap pernikahan lebih mendominasi di kalangan perempuan daripada laki-laki di semua kelompok usia. Walaupun demikian, kelompok usia yang lebih tua cenderung lebih mendukung pernikahan, dengan 74,9 persen laki-laki berusia 60-an dan 68,7 persen perempuan berusia sama yang menganggap pernikahan sebagai hal yang penting.
Penurunan drastis minat menikah di kalangan perempuan muda menjadi isu kritis yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat. Langkah-langkah strategis dan kebijakan yang mendukung nilai-nilai keluarga perlu dipertimbangkan untuk mendorong masyarakat, terutama perempuan muda, untuk melihat pernikahan dan keluarga sebagai bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan mereka.
















