10 Masukan Ilmiah untuk Menyelamatkan Bumi dari Kiamat
10 Masukan Ilmiah untuk Menyelamatkan Bumi dari Kiamat. Sebuah laporan ilmiah terbaru menyajikan 10 masukan ilmiah kunci sebagai strategi untuk menyelamatkan manusia dari ancaman “kiamat Bumi” akibat pemanasan global yang semakin memburuk. Laporan ini dapat menjadi panduan bagi para pembuat kebijakan, berdasarkan penelitian ilmu iklim terkini dalam 18 bulan terakhir.
Simon Stiell, Sekretaris Eksekutif United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), menekankan bahwa temuan ilmiah dari laporan ini sangat penting untuk membimbing para pengambil keputusan pada momen-momen kritis dalam agenda iklim setiap tahunnya. “Temuan ilmiah dari laporan seperti ini harus menginformasikan rencana aksi yang ambisius dan berbasis bukti dalam dekade kritis percepatan aksi iklim ini,” ungkap Simon dari Science Daily pada Jumat (8/12/2023).
Berikut adalah 10 masukan ilmiah dalam laporan tersebut:
- Peningkatan suhu di atas 1,5°C semakin tak terhindar. Meminimalkan besaran dan durasi kenaikan suhu sangat penting.
- Penghapusan bahan bakar fosil secara cepat dan terkelola untuk tetap berada dalam kisaran target Perjanjian Paris.
- Kebijakan yang kuat sangat penting untuk mencapai skala untuk menghilangkan karbon dioksida (CDR) yang efektif.
- Ketergantungan yang berlebihan terhadap penyerap karbon alami merupakan strategi yang berisiko; kontribusi mereka di masa depan tidak pasti.
- Tata kelola bersama diperlukan untuk mengatasi keadaan darurat iklim dan keanekaragaman hayati yang saling terkait.
- Rangkaian peristiwa yang terjadi secara bersamaan memperkuat risiko iklim dan meningkatkan ketidakpastiannya.
- Hilangnya gletser gunung semakin cepat.
- Ketidakmampuan manusia untuk bergerak di wilayah dengan risiko iklim meningkat.
- Perangkat baru untuk mengoperasionalkan keadilan memungkinkan adaptasi iklim yang lebih efektif.
- Mereformasi sistem pangan dapat berkontribusi pada aksi iklim yang adil.
Profesor Laura Pereira dari Wits Global Change Institute, yang turut berkontribusi pada laporan dan memberikan presentasi di COP28, menegaskan bahwa saat ini bukanlah waktunya untuk menyerah di hadapan ancaman yang dapat merusak dunia. Sebaliknya, ini adalah saatnya untuk menemukan jalur transformatif yang diperlukan untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi manusia dan Bumi.
















