Jakarta, 26/6 (ANTARA) – Sejumlah 17 startup siap memaparkan bisnis mereka dan melanjutkan pengembangan lebih lanjut (scale up) setelah menjalani program akselerator Startup Studio Indonesia (SSI) Batch 6 selama empat bulan yang didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Para startup ini yang telah mencapai kesesuaian produk dengan pasar (Product Market Fit) akan mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan bisnis mereka dan pencapaian yang telah mereka raih kepada para pemangku kepentingan, termasuk lembaga pemerintah dan modal ventura.
“Indonesia dikenal sebagai salah satu pusat startup digital di Asia Tenggara, terutama karena banyaknya jumlah startup yang muncul setiap tahunnya. Oleh karena itu, Kominfo berkomitmen untuk terus mendampingi pendiri startup dalam pengembangan bisnis mereka dan membangun ekosistem digital di Indonesia yang memfasilitasi transfer pengetahuan dan pengalaman, termasuk dalam menghadapi tantangan industri teknologi saat ini,” kata Koordinator Startup Digital Direktorat Jenderal Aplikasi dan Informatika Kemenkominfo, Sonny Hendra Sudaryana, dalam pernyataan pers pada Senin.
SSI, yang diluncurkan pada tahun 2020, adalah program tahunan yang diselenggarakan oleh Kemenkominfo dengan tujuan untuk mendampingi dan melatih startup pada tahap awal agar mencapai kesesuaian produk dengan pasar. Keberhasilan dan kualitas program inkubator ini terbukti dengan lulusnya 80 startup dari lima batch sebelumnya, di mana para alumni telah berhasil mengembangkan bisnis mereka dengan skala yang lebih besar, termasuk meraih pendanaan, menarik investor baru, dan memperluas jangkauan operasional.
Data dari SSI menunjukkan bahwa alumni-alumni yang berhasil mendapatkan pendanaan tahap awal setelah lulus dari program ini berkisar antara 13 hingga 40 persen di setiap batch. Hingga Desember 2022, total pendanaan yang diterima oleh alumni SSI mencapai Rp392,1 miliar.
“Oleh karena itu, SSI menjadi tempat yang tepat bagi pendiri startup pada tahap awal untuk belajar dan berdiskusi langsung dengan mentor-mentor berpengalaman dari startup ternama,” tambah Sonny.
Dukungan terhadap startup tahap awal tidak berhenti ketika program SSI berakhir. Kemenkominfo terus berinteraksi dan memantau perkembangan masing-masing alumni melalui Program Alumni. Selain itu, Kemenkominfo juga menyelenggarakan sesi coaching tambahan dan pertemuan rutin untuk memperkuat peran SSI sebagai wadah ekosistem digital yang komprehensif.
Kehadiran SSI sebagai wadah ekosistem memudahkan para pelaku startup di Indonesia untuk berinteraksi, menjalin jejaring, dan berkolaborasi satu sama lain.
Menurut Adrian Gilrandy, Co-founder dari startup Praktis, terdapat beberapa tantangan dalam memperbesar peluang bagi startup, terutama dalam hal pengumpulan dana, terutama bagi startup pada tahap pertumbuhan.
















