5.000 BTS Aktif di Daerah Terluar: Terobosan Koneksi Internet untuk Daerah 3T
Pemerintah Indonesia, melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti), berencana untuk mengaktifkan 5.000 Base Transceiver Station (BTS) pada akhir tahun ini. Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, mengonfirmasi bahwa BTS yang telah direncanakan pembangunannya akan segera melayani masyarakat, terutama di daerah Terluar, Terdepan, dan Tertinggal (3T).
Pada pertemuan dengan anggota Satgas Bakti Kominfo, Budi menjelaskan bahwa aspek teknis, komersial, dan percepatan pelayanan kepada masyarakat menjadi fokus utama. Meskipun proyek pembangunan BTS sempat terhambat oleh kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan Menteri Kominfo Johnny Plate dan mantan Direktur Utama Bakti Anang Latif, Satgas Bakti yakin proyek ini akan diselesaikan dengan baik melalui persidangan.
Ketua Satgas Bakti, Sarwoto Atmosutarno, mengungkapkan keyakinannya bahwa proyek BTS 4G dapat dipercepat melalui modifikasi kontrak dan kerjasama dengan pihak terkait. Meskipun ada kendala dalam penganggaran, pemerintah tetap mendukung proyek ini dengan syarat bahwa perencanaan strategis dan operasional yang diterima. Dengan langkah ini, diharapkan koneksi internet yang lebih baik dapat dinikmati oleh masyarakat, terutama di daerah-daerah 3T yang sebelumnya masih kesulitan mendapatkan layanan internet yang memadai.
















