Prestasi astronot di ruang angkasa tak diragukan lagi, namun risiko fatal juga tak terhindarkan. Lokasi pemakaman astronot ini ternyata tergantung pada situasi dan tahap misi saat kejadian.
Saat astronot meninggal di orbit rendah Bumi seperti di ISS, jenazahnya bisa dikembalikan ke Bumi dalam hitungan jam. NASA punya langkah khusus untuk kasus ini. Pengembalian cepat memungkinkan tanpa perlunya pengawetan jenazah. Fokusnya ada pada keselamatan awak hidup.
Skenario berbeda muncul jika astronot meninggal dalam perjalanan ke Mars. Kru misi kesulitan berbalik arah, sehingga jenazah bisa tetap di luar angkasa hingga akhir misi atau bertahun-tahun. Dalam kasus ini, kemungkinan jenazah diawetkan dalam ruang terpisah.
Astronot wajib pakai pakaian antariksa saat di luar angkasa. Ini melindungi dari bahaya tekanan rendah dan radiasi. Tanpa pakaian, risiko cepat kematian sangat tinggi.
Hal serupa berlaku pada Bulan dan Mars. Bulan tak punya atmosfer, Mars punya sedikit oksigen. Astronot tanpa perlindungan akan mengalami kematian yang sama.
Dalam eksplorasi ini, keselamatan astronot adalah prioritas, dengan protokol berbeda untuk setiap skenario.
















