Polusi udara di Jakarta mencapai tingkat kritis dengan PM2.5 melebihi standar WHO 7 kali lipat. Meskipun kebijakan seperti work from home (WFH) telah diterapkan, polusi ini tetap tinggi karena akar masalahnya lebih kompleks.
Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA) menemukan bahwa polusi di Jakarta terkait erat dengan emisi dari pembangkit listrik batu bara di sekitar Banten dan Jawa Barat. Fokus hanya pada mengurangi perjalanan lokal tidak efektif, sebab pembangkit batu bara berkontribusi signifikan terhadap polusi udara.
Hasil analisis CREA juga menunjukkan bahwa pembangkit batu bara menyebabkan sekitar 2.000 kematian tiap tahun akibat polusi di Jakarta. Oleh karena itu, solusi yang lebih efektif harus melibatkan koordinasi lintas provinsi dan penegakan standar emisi bagi sektor industri, transportasi, dan pembangkit listrik.
Dalam menghadapi masalah polusi udara yang kompleks ini, pemerintah perlu mengatasi akar permasalahannya secara terintegrasi agar upaya penanganan benar-benar efektif.
















