Pandemi COVID-19 telah berdampak pada sektor ojek daring (ojol) dan kurir daring (cs). Bank Dunia melaporkan bahwa banyak dari mereka menghadapi kesulitan membayar utang dan tidak memiliki dana darurat yang memadai. Sebanyak 70 persen dari mereka yang disurvei memiliki utang yang signifikan karena pendapatan mereka menurun akibat lockdown dan pembatasan mobilitas. Selain itu, kebanyakan ojol dan cs juga tidak memiliki dana darurat yang cukup. Bank Dunia menekankan pentingnya meningkatkan literasi keuangan dan akses ke produk keuangan yang lebih aman untuk membantu mereka mengelola keuangan mereka dengan lebih baik.
Source:
cnbc indonesia
















