Gojek Kurangi Komisi Pengemudi untuk Atasi Krisis
Mulai 1 November hingga akhir tahun 2024, perusahaan ride-hailing Gojek akan menurunkan komisi yang ditarik dari driver pengguna platformnya, dari 15 persen menjadi 10 persen untuk setiap perjalanan. Langkah ini diambil untuk mengatasi krisis driver yang telah membuat tarif layanan taksi online meningkat dan waktu tunggu penumpang menjadi lebih lama.
Penurunan biaya layanan ini diumumkan sebagai respons terhadap meningkatnya permintaan akan layanan ride-hailing dan biaya operasional yang lebih tinggi bagi pengemudi. Keputusan ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan yang dibawa pulang oleh pengemudi dan memastikan keandalan serta aksesibilitas layanan Gojek bagi konsumen.
Dengan pemotongan komisi ini, biaya layanan Gojek akan setara dengan rivalnya, Ryde, yang juga menarik biaya sebesar 10 persen. Sementara itu, pesaing Gojek lainnya, Grab, masih mempertahankan tarif komisinya sebesar 20,18 persen, dengan tambahan pajak barang dan jasa sebesar 0,18 persen yang dibebankan kepada pengemudi.
Selain penurunan komisi, Gojek juga mengumumkan bahwa mulai 1 November, akan diberlakukan biaya transaksi sebesar 10 sen hingga 60 sen untuk penumpang yang menggunakan metode pembayaran non-tunai. Meskipun ini merupakan langkah baru bagi Gojek, perusahaan menegaskan bahwa biaya ini tidak akan signifikan memengaruhi pendapatan pengemudi. Biaya ini akan berjenjang berdasarkan jarak perjalanan dan akan tercermin dalam tanda terima pelanggan sebagai komponen “biaya transaksi pembayaran” yang baru.
Gojek berusaha mengimbangi biaya tambahan ini dengan menawarkan kode promo baru yang memberikan diskon 15 persen untuk perjalanan Gojek, dengan batasan hingga $5, mulai 1 November. Selain itu, perusahaan juga melakukan revisi pada skema insentif pengemudi, mempertimbangkan tingkat penerimaan perjalanan mereka yang setidaknya harus mencapai 60 persen.
Perubahan ini merupakan respons Gojek terhadap dinamika pasar dan kebutuhan pengemudi di tengah pandemi Covid-19. Sebelum pandemi melanda pada awal tahun 2020, Gojek biasanya mengambil potongan sebesar 20 persen dari pendapatan pengemudinya, yang kemudian berkurang menjadi 10 persen pada bulan Juni 2021 untuk membantu pengemudi meningkatkan pendapatannya saat sektor transportasi online mengalami dampak pandemi.
















