AI dan Hoaks: Ancaman Terselubung dalam Dunia Digital
Situasi ini memberikan peringatan tentang kesulitan dalam membedakan antara informasi yang benar dan yang palsu, terutama menjelang Pemilu.
Pada Konferensi Pers Awas Hoaks Pemilu yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan, Dirjen Aptika Kementerian Kominfo, memaparkan sebuah kejadian mengejutkan. Ia mengungkapkan bahwa video palsu Jokowi berpidato dalam bahasa Mandarin merupakan hasil dari teknologi AI deepfake. Semuel menyoroti perkembangan cepat AI deepfake, memungkinkan pembuatan video palsu yang sangat meyakinkan oleh individu yang tidak bertanggung jawab. Menurutnya, dengan semakin majunya teknologi AI, tantangan untuk membedakan video asli dan palsu semakin kompleks.
Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, menambahkan bahwa penggunaan AI dalam menyebarkan hoaks adalah bukti dari kemajuan teknologi yang terus berlanjut.
Dalam menghadapi era di mana teknologi terus berkembang, edukasi masyarakat tentang cara mengidentifikasi hoaks dan menyaring informasi menjadi kunci.
















