Analisis Emosional Anies, Prabowo, dan Ganjar Pada Debat Capres
Analisis Emosional Anies, Prabowo, dan Ganjar di Debat Capres. Debat pertama antara tiga calon presiden pemilu 2024 pada Selasa (12/12/2023) telah menjadi sorotan utama, dan kali ini, analisis emosi melalui Drone Emprit memberikan pandangan unik terkait respons emosional masyarakat terhadap setiap capres, yaitu Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo.
Emosi, dalam analisis ini, dibagi menjadi 8 tipe, yakni joy (riang), trust (percaya), fear (takut), surprise (kaget), sadness (sedih), disgust (jijik), anger (marah), dan anticipation (antisipasi).
- Anies Baswedan: Kemarahan Mendominasi
Untuk Anies Baswedan, emosi yang mendominasi adalah kemarahan atau anger, dengan 1.400 unggahan terkait emosi tersebut. Banyak yang menyoroti respons emosional terhadap penggunaan data oleh Anies selama debat. Namun, beberapa juga menyatakan sifat mantan Gubernur DKI Jakarta yang tak pernah marah dan sangat santun.
- Prabowo Subianto: Keriangan Muncul dalam Respons
Prabowo Subianto mendapat tanggapan yang penuh keriangan atau joy, dengan 1.900 unggahan terkait hal ini. Banyak yang menyoroti ekspresi keriangan Prabowo yang terbawa dalam tanggapannya terhadap salah satu bagian debat. Meskipun demikian, beberapa warganet menganggap bahwa Prabowo tidak membahas kegagalan dua capres lainnya.
- Ganjar Pranowo: Kepercayaan dan Dukungan yang Menguat
Analisis emosi pada Ganjar Pranowo menunjukkan bahwa banyak unggahan berisi soal kepercayaan atau trust, dengan 804 unggahan terkait hal tersebut. Contohnya, pendukung Ganjar-Mahfud meyakini kepemimpinan mereka sesuai dengan visi Gerak Cepat Indonesia Lebih Baik.
Selain analisis emosi, laporan yang sama juga menyajikan analisis sentimen terkait ketiga capres dalam periode serupa. Anies dilaporkan memiliki 64% sentimen positif, Prabowo sebanyak 48% sentimen positif, dan Ganjar sebesar 64% sentimen positif. Secara keseluruhan, analisis emosi dan sentimen memberikan gambaran mendalam tentang bagaimana masyarakat merespons dan menafsirkan debat pertama calon presiden.
















