Antusiasme Solidaritas Global Terhadap Palestina Menguat
Antusiasme Solidaritas Global Terhadap Palestina Menguat. Krisis di Gaza yang diakibatkan oleh serangan Israel telah menimbulkan gelombang solidaritas global yang luar biasa. Data dari Proyek Data Lokasi & Peristiwa Konflik Bersenjata (ACLED) membuktikan bahwa banyak negara di dunia lebih banyak mendukung Palestina daripada Israel.
Menurut ACLED, selama periode demonstrasi antara 7 hingga 27 Oktober, terjadi lebih dari 3.761 aksi demo di seluruh dunia. Meskipun sekitar 95% dari aksi tersebut berlangsung damai, sekitar 5% berubah menjadi kekerasan atau bubar oleh pihak keamanan.
Sebanyak 86% dari demonstrasi ini bersifat pro-Palestina, menunjukkan dukungan yang kuat terhadap rakyat Palestina. Sebagian kecil lainnya bersifat netral, menyerukan perdamaian tanpa memihak secara eksplisit pada Israel atau Palestina.
Puncak dari gelombang demonstrasi global ini terjadi setelah ledakan kontroversial di Rumah Sakit Al-Ahli al-Arabi di Kota Gaza pada 17 Oktober. Protes meluas di berbagai kota besar, termasuk London, Berlin, Washington, dan kota-kota di Timur Tengah dan Afrika Utara.
Dukungan Dominan di Eropa:
Kota-kota besar di Eropa menjadi pusat demonstrasi yang signifikan, dengan ribuan orang berkumpul untuk mengecam agresi Israel dan mendukung rakyat Palestina. Meskipun beberapa protes berubah menjadi kerusuhan, mayoritas aksi dilaporkan damai.
Di Berlin, ratusan demonstran ditangkap dalam beberapa protes, sementara di Paris, pihak berwenang melarang beberapa pertemuan pro-Palestina untuk menghindari gangguan publik. London menyaksikan lebih dari 300.000 demonstran pro-Palestina berbaris, sementara polisi harus menghadapi ketegangan antara kelompok pro-Israel dan pro-Palestina.
Perlawanan di Amerika Serikat:
AS juga menjadi saksi demonstrasi besar, dengan Washington mengalami pawai pro-Palestina terbesar dalam beberapa tahun terakhir. Demonstrasi tandingan antara pendukung pro-Israel dan pro-Palestina terjadi di beberapa universitas, menciptakan ketegangan dan laporan pelecehan.
Huawei dan Xiaomi:
Sementara solidaritas global meningkat, data dari Counterpoint menunjukkan bahwa penjualan Huawei di China naik tajam hingga 83%, menandai kebangkitan perusahaan setelah masuk daftar hitam sanksi dagang AS. Xiaomi juga mencatat pertumbuhan sebesar 33%, menciptakan dorongan positif bagi industri ponsel di China.
Meskipun tantangan produksi di luar pasar China, Huawei terus mempertahankan kebangkitannya, membuktikan ketangguhannya dan menjadi sumber kebanggaan bagi pemerintah China.
Kesimpulan:
Solidaritas global yang terlihat dari demonstrasi dan dukungan terhadap Palestina mencerminkan keinginan banyak orang untuk melihat perdamaian dan keadilan. Sementara itu, krisis di Gaza terus menciptakan tekanan di dunia internasional, memaksa negara-negara untuk bersikap dan mengekspresikan pandangan mereka terkait konflik yang melibatkan dua pihak yang bertikai.
















