Apple Umumkan Investasi Senilai $250 Juta di Singapura
Apple Umumkan Investasi Senilai $250 Juta di Singapura. Perusahaan teknologi raksasa Apple baru-baru ini mengumumkan rencana untuk berinvestasi sebesar $250 juta, atau sekitar Rp 4 triliun, di Singapura. Pengumuman ini datang hanya beberapa hari setelah laporan muncul tentang rencana Apple untuk berinvestasi total Rp 1,6 triliun di Indonesia.
Investasi di Singapura akan digunakan untuk memperluas kampus regional atau operasionalnya di distrik Ang Mo Kio. Menurut Nikkei Asia, dua gedung akan mengalami pengembangan yang signifikan, dengan akuisisi gedung-gedung tersebut bermula dari tahun 2022. Mereka berlokasi di seberang kantor Apple yang sudah ada.
Investasi Apple di negara tersebut telah dilakukan beberapa tahun yang lalu. Pada tahun 1981, perusahaan membuka fasilitas pertamanya di sana dengan 72 karyawan yang berfokus pada komputer pribadi awal, terutama Apple II.
Sejak itu, Apple telah berkembang pesat, kini menampung lebih dari 3.600 karyawan di Singapura, menjadikannya sebagai pusat operasional kunci bagi kawasan Asia Tenggara.
Kunjungan CEO Tim Cook ke Singapura mengikuti kunjungannya ke Indonesia. Tiba pada hari Kamis (19 April 2024), salah satu agendanya termasuk pertemuan dengan calon perdana menteri Lawrence Wong dan perdana menteri saat ini, Lee Hsien Loong.
Sementara itu, di Indonesia, Apple berinvestasi dalam bentuk Apple Developer Academy. Fasilitas pelatihan ini tersedia di Tangerang Selatan, Batam, dan Surabaya, dengan rencana pembukaan satu lagi di Bali dalam waktu dekat.
Saat ini, tiga Apple Developer Academy yang beroperasi di Indonesia mewakili investasi sebesar Rp 1,2 triliun. Penambahan fasilitas pendidikan di Bali akan meningkatkan investasi ini menjadi Rp 1,6 triliun.
Selama kunjungan Cook ke Indonesia, ia juga bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada hari Rabu (17 April 2024). Selain melakukan investasi, Jokowi dilaporkan meminta Apple untuk mendirikan pabriknya sendiri di Indonesia.
“Salah satu topik yang dibahas adalah kemungkinan proses manufaktur di Indonesia karena pasar terbuka dan produk Apple banyak. Kami tidak ingin mereka hanya mengimpor; harus ada nilai tambah di Indonesia,” kata Budi Arie dalam konferensi pers beberapa waktu lalu.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menyatakan bahwa proses manufaktur produk Apple di dalam negeri telah disepakati. Langkah berikutnya adalah menggunakan komponen yang sudah bisa diproduksi di Indonesia.
“Setelah ini, Kementerian Perindustrian akan melanjutkan proses pencocokan bisnis. Kami sudah memiliki daftar komponen mana yang dapat diproduksi secara lokal,” jelasnya setelah pertemuan di Istana Negara.
















