Bahaya Penipuan Lowongan Pekerjaan di Era WhatsApp
Bahaya Penipuan Lowongan Pekerjaan di Era WhatsApp. Para penjahat siber terus mengembangkan berbagai modus untuk menjerat korbannya. Salah satu metode baru yang meresahkan masyarakat adalah melalui pesan singkat di WhatsApp. Modus penipuan ini tidak hanya memanfaatkan platform pesan populer, tetapi juga mencatut nama perusahaan atau platform pencarian kerja terpercaya seperti Jobstreet.
Dalam skenario penipuan ini, para pelaku mengirim pesan yang mengatasnamakan Manager HR Jobstreet. Lalu, menawarkan pekerjaan dengan imbalan penghasilan tambahan. Pesan tersebut biasanya muncul secara acak dan tiba-tiba, tanpa nama pengirim yang jelas.
“Pesan seperti, ‘Assalamualaikum, halo kak selamat siang. Saya Manager HR di Jobstreet, apakah Anda masih mencari pekerjaan? Saya ingin menawarkan pekerjaan yang bisa menambah penghasilan tambahan,'” demikian bunyi pesan palsu tersebut.
Tawaran pekerjaannya pun terkesan mudah. Hanya memerlukan ponsel untuk melakukan tugas-tugas ringan di internet, seperti mengklik favorit produk di platform e-commerce. Untuk menggoda calon korban, para pelaku penipuan menawarkan penghasilan yang cukup menggiurkan. Mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah per hari.
Namun, Jobstreet membantah adanya program atau tawaran pekerjaan semacam itu. “Itu tidak benar, Jobstreet tidak punya program seperti itu!” tegas Head of PR, Social & Content – Indonesia JobStreet, Adham Somantri.
Himbauan agar masyarakat selalu waspada terhadap tawaran pekerjaan yang masuk tanpa permintaan. Terutama jika berasal dari nomor WhatsApp yang tidak jelas.
Jobstreet memberikan sejumlah tips untuk mengidentifikasi tawaran pekerjaan palsu:
- Pekerjaan Mudah Tapi Gaji Besar: Waspada terhadap tawaran gaji besar dengan tugas ringan yang terlalu menggiurkan.
- Tawaran Diberikan ke Kontak Pribadi: Jika tawaran diterima melalui akun media sosial atau nomor ponsel pribadi, waspadalah.
- Surat Elektronik dengan Alamat Email Palsu: Periksa alamat email pengirim; tawaran dari alamat pribadi atau tidak resmi bisa jadi tanda penipuan.
- Ditanya Data Pribadi: Hati-hati jika diminta memberikan informasi pribadi yang tidak relevan dengan lamaran pekerjaan.
- Tawaran Kerja Tanpa Lamaran: Tawaran tanpa melamar terlebih dahulu bisa menjadi tanda penipuan.
- Tawaran Kerja dengan Meminta Uang: Jangan percaya jika diminta membayar sejumlah uang sebagai syarat pekerjaan.
Dengan meningkatnya modus penipuan seperti ini, penting bagi masyarakat untuk selalu melakukan pengecekan lebih lanjut sebelum menerima tawaran pekerjaan secara online. Keamanan dan kehati-hatian adalah kunci untuk melindungi diri dari potensi penipuan di dunia maya.
















