BMKG Denpasar Ramalkan Penurunan Curah Hujan
BMKG Denpasar Ramalkan Penurunan Curah Hujan. Menyongsong peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar telah merilis pemetaan curah hujan di wilayah pesisir Bali. Prediksi mereka menunjukkan bahwa mulai pertengahan April 2024, intensitas hujan di wilayah tersebut akan menurun.
Menurut Koordinator Bidang Data dan Informasi BBMKG Wilayah III Denpasar, I Nyoman Gede Wiryajaya, berdasarkan pemetaan yang dilakukan, peluang hujan di bawah 50 milimeter per 10 hari hanya sekitar 20-30 persen. Perubahan ini diprediksi akan disertai dengan variasi cuaca harian, seperti terik di siang hari dan hujan lebat singkat.
Penurunan curah hujan ini diperkirakan akan terjadi terutama di wilayah barat, utara, dan selatan Bali. Meskipun demikian, daerah Bangli dan Karangasem masih diharapkan akan mengalami curah hujan yang relatif tinggi.
Meskipun kita masih berada di masa transisi, di mana intensitas curah hujan masih cukup tinggi di seluruh wilayah Bali, namun pada akhir April 2024, diperkirakan sebagian besar wilayah Bali akan memasuki musim kemarau.
Selama 10 hari terakhir, pengamatan BBMKG Denpasar menunjukkan variasi cuaca dari hujan hingga kekeringan di Bali. Curah hujan tertinggi tercatat di pos pengamatan hujan di Baturiti, Kabupaten Tabanan, mencapai 229,5 milimeter per 10 hari.
Saat memasuki musim kemarau, BBMKG Denpasar memperkirakan masih ada peluang hujan, meskipun intensitasnya tidak sebesar musim hujan, berkisar 10-20 milimeter per dasarian. Dalam menghadapi musim kemarau, masyarakat diimbau untuk menggunakan air secara hemat dan mengoptimalkan penampungan air, serta petani diingatkan untuk mewaspadai potensi munculnya hama dan penyakit tanaman di lahan sawah mereka.
Dengan demikian, diharapkan masyarakat Bali dapat mempersiapkan diri secara lebih baik dalam menghadapi perubahan cuaca ini, sehingga dapat mengurangi dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari dan kegiatan pertanian.
















