Bukti Nyata Indonesia Sering Impor Bawang Putih dari China
Bukti Nyata Indonesia Sering Impor Bawang Putih dari China. Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah mengumumkan bahwa realisasi nilai impor produk hortikultura, khususnya bawang putih, mengalami peningkatan pada tahun 2023. Meskipun jumlahnya sedikit lebih rendah dari tahun sebelumnya, namun nilai impor bawang putih meningkat secara signifikan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah oleh Pusat Data dan Sistem Informasi (PDSI) Kemendag, realisasi impor bawang putih dan produk umbi lainnya mencapai 564.027 ton dengan nilai US$ 648,47 juta pada tahun 2023. Angka ini mencerminkan impor bawang putih utama dari China.
Selain impor dari China, Indonesia juga mengimpor bawang putih dan produk umbi lainnya dari Mesir pada tahun 2023. Namun, impor dari Mesir ini hanya sebanyak 1 kg dengan nilai US$ 29, jumlah yang sangat kecil dibandingkan dengan impor dari China.
Sementara itu, realisasi impor bawang putih untuk ditanam kembali pada tahun 2023 mencapai 86.800 ton dengan nilai US$ 108 ribu. Impor bawang putih ini juga berasal dari China.
Secara keseluruhan, nilai impor bawang putih dan produk umbi lainnya mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2022, realisasi impor mencapai 566.175 ton dengan nilai US$ 597,79 juta, masih didominasi oleh impor dari China. Tren ini terus berlanjut sejak tahun 2020, meskipun terdapat sedikit fluktuasi dalam jumlah impor.
Berikut adalah rincian data realisasi impor bawang putih dan produk umbi lainnya dari China dalam beberapa tahun terakhir:
- Tahun 2023: Impor sebanyak 564.027 ton dengan nilai US$ 648,47 juta
- Tahun 2022: Impor sebanyak 566.175 ton dengan nilai US$ 597,79 juta
- Tahun 2021: Impor sebanyak 602.744 ton dengan nilai US$ 665,53 juta
- Tahun 2020: Impor sebanyak 587.747 ton dengan nilai US$ 585,78 juta
- Tahun 2019: Impor sebanyak 465.344 ton dengan nilai US$ 529,96 juta
Data ini menunjukkan bahwa Indonesia tetap bergantung pada impor bawang putih dari China dalam beberapa tahun terakhir, meskipun ada upaya untuk meningkatkan produksi lokal guna mengurangi ketergantungan terhadap impor.
















