Gibran Rakabuming dan Kontroversi Ijazah, Netizen Nyinyir Begini
Gibran Rakabuming dan Kontroversi Ijazah, Netizen Nyinyir Begini. Calon Wakil Presiden nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, tetap menjadi sorotan warganet setelah debat putaran keempat. Kali ini, riwayat pendidikan Gibran menjadi sorotan utama, mengundang berbagai komentar dari warganet di berbagai platform, khususnya Twitter.
Perhatian warganet terpicu oleh unggahan foto ijazah perguruan tinggi Gibran. Dalam ijazah tersebut, tercantum bahwa Gibran lulus dengan nilai Second Class Honours Second Division. Respons dari warganet pun bermacam-macam, mulai dari sindiran terhadap capaian akademiknya hingga pertanyaan tentang asal perguruan tingginya.

Sebuah pertanyaan muncul dari salah satu warganet, “Jadi Gibran di MDIS atau Bradford? Atau itu sama?” sementara warganet lainnya mempertanyakan keabsahan informasi tersebut dengan mengatakan, “Tapi di riwayat pendidikan Gibran, Gibran enggak pernah kuliah di Bradford.”
Berdasarkan penelusuran, CNBC Indonesia mengungkap riwayat pendidikan Gibran dari laman resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU). Gibran menempuh pendidikan dari SD Negeri Mangkubemen Kidul hingga S1 di Management Development Institute of Singapore (MDIS), yang bekerja sama dengan University of Bradford Inggris.
Namun, pernyataan terbaru MDIS menyatakan bahwa saat ini mereka tidak lagi bermitra dengan University of Bradford. Meski begitu, pada masa lalu, keduanya pernah melaksanakan acara wisuda bersama pada tahun 2017. MDIS menjelaskan bahwa gelar yang diterima oleh mahasiswa mereka setara dengan gelar yang diterima oleh mahasiswa di kampus universitas mitra.
Dengan demikian, meskipun Gibran tidak langsung menempuh pendidikan di University of Bradford, sertifikat atau ijazah yang diterimanya dinilai oleh staf dan fakultas University of Bradford. Kontroversi ini menunjukkan kompleksitas kolaborasi antara institusi pendidikan dan relevansi gelar yang diperoleh oleh mahasiswa melalui kemitraan semacam itu.
















