GoTo Meluncurkan Gopay: Kunci Kesederhanaan dalam Dunia Fintech Indonesia
GoTo, salah satu perusahaan teknologi terkemuka di Indonesia, telah meresmikan peluncuran aplikasi Gopay sebagai entitas tersendiri, terpisah dari aplikasi Gojek dan Tokopedia. Namun, yang menarik, aplikasi Gopay didesain dengan sangat sederhana, sebuah keputusan yang disebutkan oleh President of Financial Technology GoTo, Hans Patuwo, berdasarkan preferensi dan pola perilaku masyarakat Indonesia.
Pada acara UOB Conference 2023, Hans Patuwo menjelaskan alasan di balik kesederhanaan tampilan aplikasi Gopay. Menurutnya, awalnya mereka berencana untuk menghadirkan Gopay dengan berbagai fitur canggih, namun rencana tersebut diubah setelah riset pasar mendalam. Masyarakat Indonesia, terutama di kota-kota tier 2 dan tier 3, cenderung menginginkan aplikasi yang sederhana dan mudah dipahami. Oleh karena itu, Gopay didesain dengan jumlah konten yang minimal, ukuran file yang kecil, dan hanya menyediakan fitur layanan dasar.
“Saat kami melakukan riset pasar, termasuk ke kota-kota tier 2 dan tier 3, responsnya jelas. Mereka bertanya, ini semua buat apa?” ungkap Hans.
Meskipun aplikasi ini terlihat sederhana, Hans Patuwo optimis bahwa potensi pertumbuhan industri digital di Indonesia, termasuk di sektor fintech, masih sangat besar. GoTo berkomitmen untuk terus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Menurutnya, bisnis GoTo saat ini memberikan kontribusi langsung dan tidak langsung sebesar 1% – 2% terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Pada tahun 2022, GoTo telah didukung oleh 2,5 juta mitra pengemudi, 18 juta pedagang, dan 16 juta pengguna.
Namun, Hans juga menyadari bahwa meskipun pertumbuhan mereka mengesankan, Indonesia masih memiliki banyak potensi pertumbuhan yang belum dimanfaatkan, terutama jika dibandingkan dengan negara maju seperti China. Oleh karena itu, GoTo bersiap untuk melangkah lebih jauh dan memberikan kontribusi yang lebih besar pada ekonomi digital Indonesia yang berkembang pesat.
















