Israel Bom Palestina 444 Kali Sehari, Sungguh Kejam!
Israel Bom Palestina 444 Kali Sehari, Sungguh Kejam! Pada awal Oktober, Israel memanfaatkan teknologi AI dalam serangan mereka di Gaza. Menurut situs web Pasukan Pertahanan Israel (IDF), mereka menggunakan sistem berbasis AI. Sistem tersebut bernama Habsora (Injil dalam bahasa Ibrani) untuk menargetkan dengan cepat dan tepat.
Dalam 27 hari serangan, IDF mencapai lebih dari 12.000 target, dengan rata-rata sekitar 444 target setiap harinya. Sumber yang familiar dengan sistem ini menyatakan bahwa penerapan kecerdasan buatan secara signifikan mempercepat proses penargetan.
AI Habsora tidak hanya terlibat dalam menentukan target, tetapi juga dalam menyusun daftar individu yang untuk menjadi sasarannya. Aviv Kochavi, mantan kepala IDF, mengungkapkan bahwa divisi sasaran mendapat dukungan dari kemampuan AI melibatkan ratusan perwira dan tentara.
Menurut Kochavi, kecerdasan buatan adalah mesin penghasil data besar yang lebih efisien daripada manusia dan dapat menerjemahkan data tersebut menjadi sasaran serangan. Ia juga menggambarkan bahwa IDF memiliki kemampuan mirip dengan film The Matrix, dengan setiap brigade dilengkapi dengan perangkat intelijen canggih yang menyediakan informasi real-time.
Unit khusus bernama Direktorat Sasaran, terdiri dari ratusan perwira dan tentara, menggunakan dukungan kecerdasan buatan dan telah dibentuk tiga tahun lalu. Kochavi mengungkapkan bahwa setelah mengaktifkan AI dalam Operasi Penjaga Tembok pada Mei 2021, IDF mampu menciptakan 100 target baru setiap hari, meningkat pesat dari 50 target dalam setahun sebelumnya.
Penggunaan kecerdasan buatan oleh Israel dalam konteks militer menciptakan perdebatan seputar etika dan dampaknya pada konflik bersenjata. Meskipun dapat meningkatkan efektivitas tempur, teknologi ini juga memicu keprihatinan terkait hak asasi manusia dan penggunaan militer yang kontroversial. Israel, sebagai pelopor dalam adopsi teknologi ini, menegaskan bahwa kecerdasan buatan merupakan elemen kunci dalam strategi pertahanan mereka.
















