Joe Biden Bergabung dengan Truth Social, Media Sosial Pesaing, dan ‘Berteman’ dengan Donald Trump
Washington, 18 Oktober 2023 – Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, memicu perhatian media sosial setelah membuka akun resmi di Truth Social, platform media sosial yang didirikan oleh mantan presiden AS, Donald Trump. Langkah ini memunculkan berbagai spekulasi dan tafsiran dari masyarakat terkait kaitannya dengan persaingan politik dan hubungan Biden dengan Trump.
Truth Social, yang diluncurkan oleh Trump sebagai platform “penyebar kebenaran”, telah menjadi pesaing serius bagi platform media sosial utama seperti Twitter dan Facebook. Akun Biden di Truth Social, @bidenhq, segera menjadi sorotan karena satu-satunya akun yang diikutinya adalah akun resmi milik Donald Trump.
Dalam postingannya di Truth Social, akun Biden mengungkapkan, “Mari kita lihat bagaimana kelanjutannya. Selamat datang para pembuat perubahan.” Postingan ini dianggap oleh beberapa pihak sebagai upaya untuk menciptakan atmosfer humor dan mengolok-olok niat Trump untuk maju dalam pemilihan presiden Amerika Serikat yang akan datang.
Namun, akun kampanye Biden juga memanfaatkan platform media sosial X (dulunya Twitter) untuk menyindir Truth Social. Mereka mengumumkan pembukaan akun di Truth Social dengan menyebutnya sebagai upaya “mencari kebenaran di sana.” Staf kampanye Biden menjelaskan bahwa mereka memutuskan bergabung dengan Truth Social untuk mencapai pemilih konservatif, sambil menyatakan keraguan mereka terhadap tingkat kebenaran informasi di platform tersebut.
Di sisi lain, Truth Social belum mencapai popularitas yang diharapkan. Meskipun diklaim sebagai alternatif yang mendukung kebebasan berpendapat, platform ini hanya memiliki sekitar dua juta pengguna aktif. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan platform media sosial lainnya yang memiliki ratusan juta hingga miliaran pengguna.
Hingga saat ini, pihak Truth Social belum memberikan tanggapan resmi terkait pembukaan akun oleh tim kampanye Biden di platform mereka. Langkah ini terus mengundang perhatian dan memicu diskusi tentang hubungan dinamis antara politisi terkemuka di Amerika Serikat di era media sosial yang terus berkembang.
















