Kecelakaan Helikopter yang Melibatkan Presiden Iran
Kecelakaan Helikopter yang Melibatkan Presiden Iran. Kejadian kecelakaan yang melibatkan jatuhnya helikopter yang membawa Presiden Iran Ebrahim Raisi terjadi pada Minggu sore waktu setempat. Helikopter tersebut jatuh di daerah pegunungan dekat perbatasan antara Iran dan Azerbaijan.
Saat ini, nasib pemimpin berusia 63 tahun tersebut masih belum pasti. Proses pencarian masih terus dilakukan meskipun terkendala oleh cuaca buruk dan kegelapan pada malam hari.
Lokasi Sudah Terdeteksi: Pejabat Iran dilaporkan telah mendeteksi lokasi pasti jatuhnya helikopter Presiden Raisi. Mengutip kantor berita Iran, IRNA, militer sedang menuju ke lokasi jatuhnya helikopter yang membawa sang presiden.
“Sinyal diterima dari helikopter dan telepon seluler salah satu awak di lokasi kecelakaan,” kata komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), mengacu ke provinsi Azerbaijan Timur.
“Pasukan militer sedang menuju ke lokasi dan berharap mendapat kabar baik,” tambahnya.
Bantuan dari Negara Sahabat: Sementara itu, sejumlah negara telah mengirimkan bantuan ke Iran. Mengutip laman yang sama, Rusia berencana mengirimkan pesawat khusus guna mencari helikopter Presiden Raisi.
Sekitar 50 penyelamat gunung profesional juga akan turut serta dalam misi penyelamatan. Dua helikopter khusus Rusia pun dikirim ke lokasi kecelakaan dari Armenia.
“Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan pemindahan tersebut,” kata laman itu.
Di sisi lain, Turki juga telah mengirim 32 spesialis penyelamat gunung untuk membantu Iran dalam mencari helikopter yang membawa Raisi. Badan bantuan darurat pemerintah, AFAD mengatakan pengerahan dilakukan langsung dari Turki timur.
“Iran juga telah meminta penggunaan helikopter dengan penglihatan malam,” tambahnya.
Seperti yang dilaporkan oleh BBC International, banyak negara telah menyatakan keinginan mereka untuk membantu Iran. Tidak hanya Rusia dan Turki, tapi juga Azerbaijan, Armenia, Irak, Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, dan Qatar.
Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei Angkat Suara: Di sisi lain, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengimbau warga Iran “tidak perlu khawatir.” Pernyataan tersebut muncul tidak lama setelah media pemerintah melaporkan kecelakaan helikopter Presiden Raisi.
“Rakyat Iran tidak perlu khawatir, tidak akan ada gangguan terhadap pekerjaan negara,” kata Khamenei dalam pidatonya yang disiarkan di TV pemerintah, seperti dilaporkan oleh AFP.
“Kita berharap Tuhan Yang Mahakuasa akan mengembalikan presiden kita tercinta dan para sahabatnya dalam keadaan sehat kembali ke pelukan bangsa,” tambahnya.
Pernyataan dari Hamas dan Pemberontak Houthi Yaman: Sementara itu, milisi Palestina Hamas mengeluarkan pernyataan mengenai berita kecelakaan Raisi. Dalam pembaruan di Al-Jazeera, kelompok tersebut menggambarkan insiden tersebut sebagai sesuatu yang menyakitkan.
“Kami menyatakan solidaritas penuh kami dengan Republik Islam Iran, para pemimpin, pemerintah, dan rakyatnya, dan kami memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa untuk melindungi Presiden Iran dan delegasi yang menyertainya dan menjauhkan saudara-saudara rakyat Iran dari bahaya,” kata milisi tersebut.
Kelompok Houthi di Yaman, yang terafiliasi dengan Iran dan Hamas, juga memberikan respons. Pernyataan ini disampaikan oleh juru bicara Houthi Mohammed Abdulsalam.
“Kami sangat menyesal atas apa yang terjadi pada pesawat presiden Iran dalam insiden yang menyakitkan ini. Hati kami bersama rakyat Iran yang terkasih dalam krisis ini – mengawasi dengan penuh harapan, menunggu kembalinya presiden Iran, menteri luar negeri, dan orang-orang yang mendampingi mereka dengan selamat.”
Intelijen Israel? Pemerintah Israel tidak memberikan pernyataan khusus mengenai kecelakaan yang menimpa Raisi. Namun, negara tersebut diketahui sebagai musuh bebuyutan Iran.
Kecelakaan yang melibatkan Raisi juga telah menjadi berita utama di media lokal setempat. Salah satunya adalah The Jerusalem Post.
Sebuah pernyataan datang dari mantan kepala intelijen militer Israel, IDF, Tamir Hayman. Ia menjelaskan dampak jika Raisi meninggal atau mengalami cacat parah akibat kecelakaan helikopter.
“Hal ini tidak akan memiliki dampak strategis, namun dampaknya tidak akan kecil karena Iran sedang dalam kebingungan dalam memilih presiden berikutnya,” katanya di laman tersebut.
Menurutnya, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang membuat keputusan strategis besar, bukan presiden. Namun, Khamenei, katanya, saat ini sedang mengalami kesehatan yang buruk, dan Raisi telah dianggap sebagai kandidat utama untuk menggantikan Khamenei dalam beberapa tahun terakhir.
















