Kemiripan Data Jimbo dan DPT Pemilu 2024 Terungkap
Kemiripan Data Jimbo dan DPT Pemilu 2024 Terungkap. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengumumkan adanya kesamaan data dari akun anonim bernama Jimbo. Data tersebut beserta dengan informasi yang tersedia di situs web Komisi Pemilihan Umum (KPU). Pernyataan ini dari Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Kominfo. Usman Kansong, dalam wawancara di Kantor Kominfo pada Senin (4/12/2023).
Usman Kansong menjelaskan bahwa ada dua indikator yang menjadi motif pelaku hacker yang diduga terlibat dalam kebocoran data Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024 sebanyak 204 juta entri. Motif pertama adalah ekonomi, mengingat Jimbo menawarkan data tersebut di ruang publik dengan harga Rp 1,1 miliar. Motif kedua berkaitan dengan pertanyaan tentang siapa yang membutuhkan data tersebut, mengingat peserta pemilu dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sudah memiliki akses ke DPT.
Usman Kansong menyatakan bahwa hingga saat ini, pihaknya belum menerima klarifikasi dari KPU terkait kebocoran data DPT Pemilu 2024. Sebelumnya, Kominfo telah mengirim surat elektronik kepada KPU meminta klarifikasi, sesuai dengan peraturan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (PDP).
“Tanggapan yang diharapkan dari KPU seharusnya diterima dalam waktu 3×24 jam. Saya akan memeriksa apakah sudah ada klarifikasi dari KPU kepada Kominfo,” tambahnya.
Selain berkoordinasi dengan KPU, Kominfo juga telah melakukan penelusuran dengan melibatkan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Bareskrim Polri, dan pihak terkait dari KPU. Upaya ini bertujuan untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa depan, baik yang berkaitan dengan Pemilu maupun sistem elektronik lainnya.
Artikel ini mencerminkan inisiatif pemerintah dalam menanggapi serius masalah kebocoran data yang dapat memiliki dampak besar terhadap keamanan informasi masyarakat.
















