Kontroversi di Balik Koleksi Baru: ZARA Atelier Collection 04
Kontroversi di Balik Koleksi Baru: ZARA Atelier Collection 04. ZARA, merek fesyen global yang terkenal dengan desain inovatifnya, kini terperangkap dalam pusaran kontroversi setelah merilis kampanye iklan terbarunya. Koleksi terbaru mereka, ZARA Atelier Collection 04, menampilkan gambar-gambar yang terkesan merendahkan dan mengejek krisis kemanusiaan di Palestina.
Dalam kampanye ini, ZARA memilih untuk menggunakan patung dengan anggota tubuh yang hilang. Lalu mereka tempatkan di tengah-tengah reruntuhan. Foto-foto ini mereka unggah ke akun resmi Instagram ZARA (@zara). Lalu tak berapa lama menuai reaksi keras dari netizen yang menilai kampanye tersebut tidak senonoh dan tidak menghormati situasi yang sedang terjadi di Palestina.
Tim Walker, seorang fotografer ternama, adalah orang di balik kamera yang mengabadikan koleksi ini. Dengan arahan gaya dari perusahaan Perancis-Amerika Baron & Baron, gambar-gambar tersebut menampilkan model Amerika Kristen McMenamy yang mengenakan serangkaian jaket di ruangan putih yang dikelilingi oleh peti kayu dan puing-puing beton.
Salah satu foto yang mencuatkan kontroversi menunjukkan McMenamy mengenakan jaket kulit sambil menggendong manekin yang dibungkus plastik, mirip dengan jenazah yang sudah dikafani. Meskipun foto ini telah dihapus dari situs resmi ZARA dan akun media sosial mereka, efek kontroversialnya tetap membayangi citra merek ini.
Banyak netizen mengecam ZARA atas keputusan mereka untuk menggunakan elemen-elemen visual yang dianggap tidak pantas dan merendahkan. Pilihan untuk memvisualisasikan patung tanpa anggota tubuh di tengah reruntuhan dipandang sebagai penggunaan gambar yang tidak sensitif dan merendahkan terhadap korban konflik di Palestina.
Hingga saat artikel ini ditulis, ZARA belum memberikan tanggapan atau klarifikasi terkait kontroversi ini, meninggalkan banyak konsumen dan netizen dengan pertanyaan besar tentang etika perusahaan dalam menggarap kampanye iklan mereka. Kontroversi ini mencerminkan betapa pentingnya kesadaran dan kepekaan terhadap isu-isu global dalam dunia pemasaran, di mana batas antara seni dan ketidaksetujuan sosial menjadi semakin kabur.
















