NASA Membatasi Astronaut Perempuan di Luar Angkasa
NASA Membatasi Astronaut Perempuan di Luar Angkasa. Mereka membuat kebijakan yang mengejutkan: membatasi waktu yang boleh dihabiskan oleh astronot di luar angkasa berdasarkan jenis kelamin. Terungkap bahwa astronot pria diizinkan untuk menghabiskan lebih banyak waktu di luar atmosfer Bumi dibandingkan astronot perempuan. Alasan di balik kebijakan ini adalah radiasi.
Radiasi di luar angkasa merupakan ancaman serius bagi kesehatan astronot. Di Bumi, atmosfer melindungi manusia dari paparan radiasi tinggi. Namun, di luar angkasa, gelombang energi tinggi mampu merusak tubuh manusia dan meningkatkan risiko kanker dan penyakit lainnya.
NASA telah menetapkan batas radiasi yang berbeda untuk astronot berdasarkan usia dan jenis kelamin. Batas radiasi terendah, 189 mSv, berlaku untuk perempuan berusia 30 tahun, sementara batas terbesar, 700 mSv, berlaku untuk pria berusia 60 tahun. Perbedaan ini menciptakan ketidaksetaraan dalam karier astronot. Misalnya, Peggy Whitson, mantan kepala korps astronot NASA, harus pensiun pada usia 57 tahun karena telah mencapai batas radiasi.
Namun, ada perubahan di horison. NASA berencana mengubah batas radiasi menjadi 600 mSv untuk semua usia dan jenis kelamin. Peningkatan batas radiasi NASA membuka peluang karier lebih panjang bagi astronot perempuan, tetapi juga timbulkan pertanyaan etika karena risiko paparan radiasi yang lebih tinggi. NASA juga rencanakan aturan khusus untuk misi ke Mars dengan paparan radiasi 900 mSv, mencerminkan langkah penting menuju kesetaraan di ruang angkasa. Kami akan melihat bagaimana peraturan ini berkembang dan bagaimana hal ini akan memengaruhi masa depan eksplorasi luar angkasa manusia.
















