PDIP Beri Dukungan PPP untuk Lolos ke Parlemen
PDIP Beri Dukungan PPP untuk Lolos ke Parlemen. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memberikan dukungan penuh kepada Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dalam upaya mereka untuk bisa lolos ke parlemen. Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan bahwa partainya telah memberikan dukungan sejak awal kepada PPP, dengan komitmen yang terus dipertahankan hingga saat ini.
Dalam pertemuan antara Hasto Kristiyanto dan politisi PPP Achmad Baidowi pada Sabtu pagi lalu, Hasto menegaskan bahwa PDIP telah menjalin hubungan yang erat dengan PPP, bahkan sejak tahap awal penghitungan suara. Hal ini merupakan bagian dari komitmen PDIP untuk mendukung PPP, yang bermula sejak pemilu tahun 2019.
“Sejak penghitungan suara yang pertama, kami mengajak PPP untuk bersama-sama di pusat data PDIP. Bahkan pada 2019, pemilu lalu, kami diperintahkan oleh Bu Mega yang memegang amanat Mbah Maimoen untuk membantu PPP, karena sejarahnya. PDIP tidak ingin sejarah partai ka’bah ini dihilangkan dari sejarah republik ini,” ungkap Hasto dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Menurut Hasto, partai banteng moncong putih tersebut memberikan solidaritas tertinggi kepada PPP, karena tak ingin menghilangkan keberadaan partai berlambang ka’bah itu. Sejarah partai PPP yang memiliki peran penting sejak jauh sebelum kemerdekaan menjadi salah satu alasan utama PDIP memberikan dukungan maksimal kepada mereka.
Namun, meskipun telah mendapatkan dukungan kuat dari PDIP, PPP masih menghadapi tantangan untuk bisa lolos ke parlemen. Rekapitulasi nasional suara pemilihan legislatif (pileg) 2024 telah selesai, dan berdasarkan hitungan manual, terdapat 8 partai politik yang berhasil meraih suara di atas 4 persen, sehingga dinyatakan lolos parlemen. Sayangnya, PPP dan PSI tidak mencapai ambang batas tersebut.
Pasal 414 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu menetapkan bahwa syarat partai politik lolos parlemen adalah memenuhi ambang batas parlemen, yakni minimal 4 persen suara nasional. Dengan suara nasional sebesar 151.796.630 suara yang berasal dari 84 daerah pemilihan (dapil), PPP hanya berhasil meraih 3,87 persen suara, sedikit di bawah ambang batas yang ditetapkan.
Meskipun demikian, dukungan dari PDIP diharapkan dapat memberikan dorongan bagi PPP untuk terus berjuang dan memperkuat posisinya dalam perhelatan politik nasional.
















