Pelanggan Booking.com Ditipu Berkedok Pembatalan Hotel
Pelanggan Booking.com Ditipu Berkedok Pembatalan Hotel. Pengguna situs pemesanan hotel online terkenal, Booking.com, diingatkan untuk waspada terhadap modus penipuan yang baru-baru ini muncul. Peringatan ini datang setelah sistem email Booking.com dilaporkan mengalami serangan hack, mengakibatkan sejumlah pelanggan menjadi korban.
Modus penipuan ini terjadi ketika pelanggan menerima email palsu dari noreply@booking.com, menginformasikan pembatalan reservasi hotel yang telah atau akan dilakukan. Namun, pembatalan dapat “ditangguhkan” jika pelanggan memberikan detail kartu bank mereka melalui tautan yang disertakan dalam email. Pelanggan diberi batas waktu 4 hingga 12 jam untuk memberikan informasi tersebut. Jika gagal, reservasi dianggap batal.
Korban modus penipuan ini termasuk pelanggan seperti Julia Berridge dan Kate Wright. Berridge, meskipun tidak kehilangan uang, harus menutup kartu banknya setelah memberikan informasi kepada penipu. Sementara itu, Wright melakukan pembayaran setelah menerima email palsu, hanya menyadari bahwa dia ditagih dua kali setelahnya. Namun, saat melaporkan insiden ini kepada Booking.com, pihak perusahaan membantah klaim tersebut.
Booking.com menyalahkan mitra hotelnya, mengklaim bahwa serangan ini berasal dari sistem email hotel yang mereka kelola. Namun, pihak hotel membantah tuduhan ini. Insiden ini terjadi setelah sejumlah masalah teknis bulan lalu, yang menyebabkan kerugian finansial bagi sejumlah operator hotel dan mitra di seluruh dunia selama berbulan-bulan.
Di tengah meningkatnya risiko penipuan online, penting bagi pelanggan untuk selalu mengonfirmasi dan memverifikasi setiap komunikasi yang diterima dari situs pemesanan. Pelanggan sebaiknya tidak memberikan rincian kartu bank atau data pribadi melalui email atau tautan yang mencurigakan. Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya waspada dalam bertransaksi online dan berkomunikasi dengan platform pemesanan yang dipercayai. Memahami taktik penipuan yang semakin canggih adalah kunci untuk melindungi diri dari potensi ancaman keamanan online.
















