Roman Storm dan Roman Semenov, pendiri Tornado Cash, didakwa polisi atas dugaan pencucian uang sebesar US$ 1 miliar, termasuk kerjasama dengan tim hacker Lazarus Group dari Korea Utara. Storm telah ditangkap di AS, sementara Semenov masih buron.
Dalam surat dakwaan, mereka disebut melanggar sanksi dan mencuci uang melalui platform kripto Tornado Cash. Ini memungkinkan pertukaran aset tanpa jejak kepemilikan, yang diklaim digunakan untuk menyembunyikan hasil tindakan kriminal, termasuk aksi pencurian senilai miliaran dolar yang terkait dengan Lazarus Group.
Pemerintah AS mengklaim Storm dan Semenov tidak menerapkan program anti-pencucian uang dan verifikasi identitas pelanggan. Pengacara mereka menyuarakan keprihatinan bahwa gugatan ini bisa berdampak pada pengembang perangkat lunak lain yang produknya disalahgunakan untuk kejahatan.
Tornado Cash sebelumnya terlibat dalam pencurian kripto senilai jutaan dolar dan dicatat telah mencuci dana senilai miliaran dolar melalui layanannya. Ini menggarisbawahi pentingnya pengawasan ketat dan kerja sama global dalam mengatasi penyalahgunaan teknologi kripto untuk aktivitas kriminal.
















